KONTAN.CO.ID - Rumah masa kini cenderung sempit dan penuh dengan semen. Tak ada lagi ruang atau halaman untuk bercocok tanam. Padahal, selalu timbul keinginan orang untuk menghiasi rumahnya dengan tanaman. Tak hanya menyegarkan, tanaman juga bisa menghasilkan buah atau sayur yang bisa dinikmati. Kondisi ini mendorong munculnya tren hidroponik sejak lima tahun lalu. Sebab, untuk memulai budidaya hidroponik, tak lagi dituntut adanya lahan yang luas. Inilah yang membuat hidroponik sangat digemari hingga saat ini dan menjadi berkah bagi para pembuat instalasi hidroponik. "Makin ke sini, memang makin banyak yang tertarik coba hidroponik di rumahnya. Mungkin karena hidroponik ini praktis dan enggak ribet, jadi pada penasaran untuk mencoba," ujar Ayu Nurcahya, Marketing HydroFarm Indonesia saat ditemui KONTAN di pameran From Farm To Table 2017 di ICE BSD, Banten, beberapa saat lalu.
Merakit instalasi modul kebun hidroponik
KONTAN.CO.ID - Rumah masa kini cenderung sempit dan penuh dengan semen. Tak ada lagi ruang atau halaman untuk bercocok tanam. Padahal, selalu timbul keinginan orang untuk menghiasi rumahnya dengan tanaman. Tak hanya menyegarkan, tanaman juga bisa menghasilkan buah atau sayur yang bisa dinikmati. Kondisi ini mendorong munculnya tren hidroponik sejak lima tahun lalu. Sebab, untuk memulai budidaya hidroponik, tak lagi dituntut adanya lahan yang luas. Inilah yang membuat hidroponik sangat digemari hingga saat ini dan menjadi berkah bagi para pembuat instalasi hidroponik. "Makin ke sini, memang makin banyak yang tertarik coba hidroponik di rumahnya. Mungkin karena hidroponik ini praktis dan enggak ribet, jadi pada penasaran untuk mencoba," ujar Ayu Nurcahya, Marketing HydroFarm Indonesia saat ditemui KONTAN di pameran From Farm To Table 2017 di ICE BSD, Banten, beberapa saat lalu.