KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Said Iqbal merapat ke Istana Kepresidenan pada Senin (8/6/2026). Said mengaku kedatanganya ke Istana untuk menghadiri undangan pelantikannya sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan. “Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan,” kata Said pada awak media, Senin (8/6/2026). Baca Juga: BGN Kaji Refocusing Penerima Manfaat MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Said mengaku masuknya ke bagian jajaran pemerintahan merupakan upaya dalam memperjuangkan suara buruh. Diketahui. Said sendiri saat ini merupakan Presiden Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh. Menurutnya, keterlibatannya masuk ke dalam Kabinet untuk menjaga keseimbangan dari kalangan pengusaha yang sebelumnya juga sudah banyak masuk ke dalam jajaran pemerintah. “Karena kawan-kawan pengusaha kan misal, misal ya kita selalu melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, melalui Pak Airlangga, melalui Pak Bahlil, melalui Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal. Yang dari buruh kan tidak ada,” ujarnya. Said memastikan masuknya dia menjadi Penasehat Khusus Presiden tidak akan mengurangi daya kritisnya terhadap memperjuangkan hak-hak buruh. “Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu aja,” jelasnya. Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Merapat ke Istana, Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Said Iqbal merapat ke Istana Kepresidenan pada Senin (8/6/2026). Said mengaku kedatanganya ke Istana untuk menghadiri undangan pelantikannya sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan. “Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan,” kata Said pada awak media, Senin (8/6/2026). Baca Juga: BGN Kaji Refocusing Penerima Manfaat MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Said mengaku masuknya ke bagian jajaran pemerintahan merupakan upaya dalam memperjuangkan suara buruh. Diketahui. Said sendiri saat ini merupakan Presiden Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh. Menurutnya, keterlibatannya masuk ke dalam Kabinet untuk menjaga keseimbangan dari kalangan pengusaha yang sebelumnya juga sudah banyak masuk ke dalam jajaran pemerintah. “Karena kawan-kawan pengusaha kan misal, misal ya kita selalu melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, melalui Pak Airlangga, melalui Pak Bahlil, melalui Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal. Yang dari buruh kan tidak ada,” ujarnya. Said memastikan masuknya dia menjadi Penasehat Khusus Presiden tidak akan mengurangi daya kritisnya terhadap memperjuangkan hak-hak buruh. “Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu aja,” jelasnya. Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News