Meraup berkah dan cuan di pasar saham saat Ramadan



JAKARTA. Tiga pekan lagi, umat Islam memasuki Ramadan. Berkah bulan puasa tentu menyebar ke pasar saham.  Pengamat dan praktisi pasar modal, Hans Kwee mengatakan, investor sangat menant-nanti puasa dan Lebaran. Maklum, harga saham di beberapa sektor yang terciprat berkah Ramadan akan terbang lebih tinggi.

Saham barang konsumsi (consumer goods) menjadi sektor yang lazim terdongkrak sentimen puasa dan Lebaran. Di periode ini, konsumsi masyarakat atas produk consumer goods melonjak drastis. "Biasanya mendorong kenaikan harga saham sektor konsumsi 5%-10% selama puasa hingga menjelang Lebaran," terang Hans, Minggu (8/6).

Saham sektor ritel diperkirakan juga bakal menguat.  Bulan puasa merupakan satu di antara tiga momentum yang mendongkrak emiten ritel. Dua momentum lain adalah tahun ajaran baru dan Natal-Tahun Baru. "Sayang, tahun ini momentum puasa berdekatan dengan tahun ajaran baru, sehingga periode puncak penjualan ritel berkurang," kata Hans.


Investor juga bisa melirik sektor pakan ternak. Biasanya penjualan pakan ternak melonjak saat puasa. Ini memberikan daya tarik ke saham PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPIN),   PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN). Namun, Hans bilang, sektor pakan ternak menghadapi tantangan depresiasi rupiah. Soalnya, emiten pakan ternak memenuhi mayoritas kebutuhan bahan baku lewat impor, misalnya komoditas jagung dan kedelai.

William Surya Wijaya, Analis Asjaya Indosurya Securities, menambahkan, saham sektor distiributor dan operator telekomunikasi juga menarik dicermati. Penjualan emiten dua sektor ini biasanya ikut moncer saat puasa hingga lebaran. Maklum, banyak pekerja yang mengalokasikan Tunjangan Hari Raya untuk membeli perangkat tekomunikasi. "Belum lagi penggunaan data, SMS dan telepon lebih tinggi saat bulan puasa," ungkap William. Hal ini menjadi tambahan tenaga bagi PT Trikonsel Oke, Tbk (TRIO), PT PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Tapi, investor juga mesti memperhatikan faktor likuiditas setiap sektor. William bilang, kendati sektor distributor produk telekomunikasi terdorong puasa, likuiditas penghuni sektor itu kurang moncer. Kapitalisasi pasar mereka tidak terlalu besar. Investor sebaiknya lebih melirik saham-saham operator telekomunikasi yang memang punya kapitalisasi pasar besar, seperti PT Telkomsel, Tbk (TLKM), PT Indosat, Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Selain likuiditas, faktor valuasi juga mesti diperhatikan. William menyarankan, investor memilih saham yang belum naik terlalu tinggi agar meraih cuan maksimal saat Ramadan hingga Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro