Merck Naikkan Proyeksi Pendapatan 2026 Berkat Penjualan Obat Kanker Keytruda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck & Co. (MRK), melaporkan penjualan kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi analis sekaligus menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang tahun. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan obat imunoterapi andalannya, Keytruda, yang kembali mencatatkan hasil kuat.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (4/8/2026), Merck membukukan pendapatan kuartal II sebesar US$16,61 miliar, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut juga lebih tinggi dari rata-rata proyeksi analis sebesar US$16,36 miliar, berdasarkan data LSEG.

Meski demikian, Merck membukukan rugi bersih pada kuartal tersebut akibat pencatatan beban sebesar US$5,7 miliar yang terkait dengan akuisisi pengembang obat kanker Terns Pharmaceuticals.


Perusahaan melaporkan rugi sebesar US$0,13 per saham, termasuk beban sebesar US$2,31 per saham dari transaksi akuisisi tersebut. Sebelumnya, analis memperkirakan Merck akan mencatat rugi yang disesuaikan sebesar US$0,27 per saham.

Baca Juga: Suriah Siap Pangkas Impor Minyak Rusia Demi Peluang Pencabutan Sanksi AS

Penjualan Keytruda Lampaui Ekspektasi

Penjualan Keytruda, obat resep kanker terlaris di dunia, meningkat 5% menjadi US$8,37 miliar pada kuartal II-2026. Nilai tersebut mencakup kontribusi sebesar US$463 juta dari formulasi subkutan terbaru, Keytruda QLEX.

Realisasi tersebut melampaui estimasi analis yang memperkirakan penjualan Keytruda sebesar US$8,07 miliar.

Chief Financial Officer (CFO) Merck, Caroline Litchfield, mengatakan adopsi Keytruda QLEX yang lebih cepat dari perkiraan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja obat tersebut.

"Porsi penggunaan QLEX kini sudah mencapai dua digit dari total bisnis Keytruda di Amerika Serikat, dan kami berada di jalur yang sangat jelas untuk mencapai tingkat adopsi sebesar 30% hingga 40% pada akhir 2027," ujar Litchfield dalam wawancara.

Penjualan Gardasil dan Bisnis Kesehatan Hewan Tumbuh

Di sisi lain, vaksin pencegah kanker akibat human papillomavirus (HPV), Gardasil, membukukan penjualan sebesar US$1,17 miliar, sedikit di atas konsensus analis sebesar US$1,15 miliar.

Sementara itu, penjualan vaksin campak, gondongan, rubella, dan cacar air turun 3% menjadi US$592 juta, lebih rendah dibandingkan estimasi analis sebesar US$608 juta.

Merck menyebut penurunan tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan di pasar Amerika Serikat.

Baca Juga: Serangan Kapal di Selat Hormuz Pertegas Ketidakpastian Pembicaraan AS-Iran

"Data yang kami akses menunjukkan bahwa pasar vaksin secara keseluruhan di Amerika Serikat memang sedang mengalami penurunan. Namun, portofolio vaksin yang kami miliki masih menunjukkan kinerja yang cukup baik di tengah kondisi pasar yang melemah tersebut," kata Litchfield.

Segmen kesehatan hewan (Animal Health) juga mencatat pertumbuhan positif. Penjualannya naik 8% menjadi US$1,78 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Wall Street sebesar US$1,75 miliar.

Merck Naikkan Proyeksi Pendapatan 2026

Seiring kinerja yang lebih kuat dari perkiraan, Merck menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang 2026 menjadi US$66,3 miliar hingga US$67,3 miliar, dari sebelumnya US$65,8 miliar hingga US$67,0 miliar.

Titik tengah proyeksi baru tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan konsensus analis LSEG yang berada di kisaran US$66,8 miliar.

Merck juga memperkirakan laba per saham (adjusted earnings per share/EPS) tahun 2026 berada pada kisaran US$2,66 hingga US$2,76, termasuk dampak beban yang berkaitan dengan akuisisi Cidara Therapeutics dan Terns Pharmaceuticals.