Merdeka Copper Gold (MDKA) genjot produksi hingga 19,39% tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk bakal menggenjot produksi pada tahun ini. Emiten berkode saham MDKA ini membidik produksi sebanyak 180.000 ounces (Oz) hingga 200.000 Oz emas, nilai tersebut meningkat 7,46%-19,39% dari realisasi produksi 2018 sebanyak 167.506 Oz. Sementara untuk produksi perak tahun ini mereka membidik produksi 140.738 Oz.

Sekretaris Merdeka Copper Gold, Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengoperasikan tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi sudah berhasil memproduksi emas sebesar 46.515 Oz dan 63.977 Oz perak pada kuartal I-2019.

MDKA juga mengoperasikan proyek tambang tembaga melalui PT Batutua Tembaga Raya (BTR) di Wetar, Maluku Barat mulai tahun lalu, hingga kuartal pertama tahun ini mereka sudah mengeduk 4.616 ton tembaga dari total target 21.000 ton tembaga, realisasi produksi tembang tahun lalu sebanyak 17.017 ton.


Adi bilang pada tahun ini mereka akan mengoptimalkan produksi emas dan mineral melalui anak perusahaan. Ada beberapa agenda yang bakal mereka lakukan pada tahun ini, salah satunya melakukan eksplorasi di tiga lokasi yakni proyek Tambang Emas dan Perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, Proyek Tambang Tembaga Pulau Wetar di Maluku Barat, dan Proyek Tambang Emas Pani di Gorontalo.

Pada proyek Tambang Tujuh Bukit yang berlokasi di Banyuwangi, MDKA berencana untuk meningkatkan produksi pada lapisan oksida dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih yang diremukkan, ditumpuk, dan ditempatkan untuk irigasi. Total untuk proyek ini mereka harus menyiapkan dana total sebesar US$ 41 juta.

Guna mendukung rencana ini, mereka juga meningkatkan kapasitas heap leach pad dari 36 juta ton menjadi 56 juta ton. Kegiatan tersebut mereka agendakan bisa rampung pada tahun ini.

Selain proyek Tambang Tujuh Bukit, MDKA juga menggenjot proyek tambang Pani yang berada di Gorontalo. Mereka optimis tambang ini nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional MDKA dan produktivitas mereka. Sebagai informasi, mereka telah mengakuisisi saham pada proyek tambang Pani di Gorontalo senilai 68,93% saham.

“Pada tahun ini kami fokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan emas, serta tembaga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari masing-masing anak usaha,” ujarnya.

Sementara untuk proyek Tembaga Wetar, MDKA sedang mengembangkan Pit Lerokis, salah satu prospek yang berjarak sekitar 14 km dari tempat pelindian milik mereka.

Nantinya Lerokis ini akan menjadi tambang terbuka kedua di proyek Tembaga Wetar dan ditargetkan bisa memulai produksi secara komersial pada tahun ini. Saat ini cadangan tembaga yang ada di Wetar sebesar 93.000 ton tembaga.

Secara keseluruhan, mereka akan melakukan eksplorasi dengan luas 12.000 hektare yang mana pada saat ini MDKA masih menunggu izin untuk eksplorasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .