KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (
MDKA) memutuskan untuk mempercepat pengembangan Tambang Emas Pani seiring tren harga emas global yang terus menguat sejak tahun lalu dan diproyeksikan tetap positif ke depan. General Manager Corporate Communication Merdeka Copper Gold Tom Malik mengungkapkan, pengembangan Tambang Emas Pani yang kini berada di bawah naungan PT Merdeka Gold Resources Tbk (
EMAS) mengacu pada Feasibility Study yang diselesaikan pada kuartal I-2024. Dalam studi tersebut, asumsi harga emas yang digunakan berada di level US$2.000 per ons troi dengan tahapan pengembangan tambang yang direncanakan secara bertahap.
Baca Juga: Impor Minyak dan Gas dari AS Capai US$ 15 Miliar, Dinilai Menyimpan Risiko Tahap awal adalah fasilitas
heap leach yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2026. Selanjutnya, fasilitas pengolahan
carbon in leach (CiL) berkapasitas 7,5 juta ton bijih per tahun dijadwalkan beroperasi pada 2029, lalu ditingkatkan menjadi total 12 juta ton bijih per tahun pada 2032. Namun, dengan kondisi harga emas yang semakin
bullish, manajemen Merdeka memutuskan untuk memajukan jadwal pengembangan CiL dan langsung membangun fasilitas dengan kapasitas penuh 12 juta ton bijih per tahun. Dengan percepatan tersebut, CiL di Tambang Emas Pani diperkirakan sudah dapat mulai berproduksi pada 2028. “Dengan harga emas yang
bullish sejak tahun lalu dan masih positif ke depannya, management Merdeka memutuskan untuk memajukan pengembangan CiL dan langsung ke kapasitas 12jt ton bijih per tahun sehingga diperkirakan CiL akan mulai berproduksi di 2028,” ujar Tom Malik kepada Kontan, Senin (23/2/2026).
Tom menambahkan, untuk pengembangan CiL dengan kapasitas 12 juta ton bijih per tahun tersebut, kebutuhan belanja modal (
capital expenditure/capex) diperkirakan mendekati US$ 1 miliar yang akan direalisasikan dalam dua tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News