KONTAN.CO.ID - PT Merdeka Gold Resources Tbk (
EMAS) mengajukan pencatatan saham di bursa Hong Kong guna memperluas basis investor dan mengakses pendanaan global, seiring rencana peningkatan produksi di tambang emas andalannya. Melansir
Reuters Senin (23/32026), dalam dokumen pengajuan ke Hong Kong Stock Exchange, perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia ini menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan profil di kalangan investor institusi internasional.
Baca Juga: Harga Energi Melonjak, Ancaman Penutupan Selat Hormuz Picu Krisis Pasokan Global Merdeka Gold melaporkan rugi bersih sebesar US$27,5 juta pada 2025, meningkat dari kerugian US$12,7 juta pada 2024. Perusahaan menunjuk UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor bersama dalam proses pencatatan tersebut. Dalam dokumennya, Merdeka menyebut proyek Pani Gold Mine di Gorontalo sebagai tambang emas primer terbesar di Indonesia berdasarkan sumber daya dan cadangan. Tambang ini memiliki sekitar 7 juta ons sumber daya emas dan 5,2 juta ons cadangan bijih.
Baca Juga: Rupiah Tekor Senin (23/3), Dekati Rp 17.000 per Dolar di Tengah Gejolak Pasar Asia Langkah ekspansi ke pasar modal internasional ini diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan perusahaan di tengah kebutuhan investasi yang besar untuk pengembangan proyek tambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News