KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melejit 6,16% di level Rp 7.750 per saham pada Rabu (18/2/2026) hingga pukul 10.07 WIB. Ini sejalan dengan cerita EMAS yang resmi melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 14 Februari 2026. Tahap first gold pour yang berlangsung pada pertengahan kuartal I-2026 tercatat lebih awal dari target realisasi yang semula diperkirakan pada akhir kuartal I-2026. First gold pour yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya tahap produksi emas komersial Tambang Emas Pani. Doré Bullion yang dihasilkan diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Baca Juga: Pemegang Obligasi Restui Adhi Karya (ADHI) Longgarkan Rasio Keuangan Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah EMAS menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan sejak akuisisi aset pada 2020. Fase awal operasi Tambang Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000 – 115.000 ounces emas pada tahun pertama operasi. Angka ini lebih tinggi dari target awal 80.000 ounces emas untuk tahun 2026. Tambang ini dikelola sebagai tambang terbuka (open pit) dengan cadangan bijih (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ounces emas dan perkiraan sumber daya mineral (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas, sehingga menjadikannya salah satu tambang emas primer paling prospektif di Indonesia. Seiring dimulainya produksi heap leach, EMAS telah memulai tahap konstruksi Carbon-In-leach (CIL) dengan pekerjaan earthwork yang sudah berjalan sejak awal 2026 atau lebih awal dibandingkan ekspektasi semula pada 2027. EMAS juga mempercepat fasilitas CIL 12 juta ton bijih per tahun yang kini ditargetkan rampung pada 2028, dibandingkan rencana awal yakni tahap pertama 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi 5 juta ton menjadi 12 juta ton pada 2032. Dengan percepatan ini, EMAS menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2032. Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan, first gold pour di Tambang Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi EMAS dan Grup Merdeka. Dia juga menyebut first gold pour sebagai milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih EMAS lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. "Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya." ujar dia dalam siaran pers yang diterima Kontan, Rabu (18/2/2026).
Merdeka Gold Resources (EMAS) Lakukan Penuangan Emas Perdana dari Tambang Pani
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melejit 6,16% di level Rp 7.750 per saham pada Rabu (18/2/2026) hingga pukul 10.07 WIB. Ini sejalan dengan cerita EMAS yang resmi melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 14 Februari 2026. Tahap first gold pour yang berlangsung pada pertengahan kuartal I-2026 tercatat lebih awal dari target realisasi yang semula diperkirakan pada akhir kuartal I-2026. First gold pour yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya tahap produksi emas komersial Tambang Emas Pani. Doré Bullion yang dihasilkan diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Baca Juga: Pemegang Obligasi Restui Adhi Karya (ADHI) Longgarkan Rasio Keuangan Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah EMAS menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan sejak akuisisi aset pada 2020. Fase awal operasi Tambang Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000 – 115.000 ounces emas pada tahun pertama operasi. Angka ini lebih tinggi dari target awal 80.000 ounces emas untuk tahun 2026. Tambang ini dikelola sebagai tambang terbuka (open pit) dengan cadangan bijih (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ounces emas dan perkiraan sumber daya mineral (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas, sehingga menjadikannya salah satu tambang emas primer paling prospektif di Indonesia. Seiring dimulainya produksi heap leach, EMAS telah memulai tahap konstruksi Carbon-In-leach (CIL) dengan pekerjaan earthwork yang sudah berjalan sejak awal 2026 atau lebih awal dibandingkan ekspektasi semula pada 2027. EMAS juga mempercepat fasilitas CIL 12 juta ton bijih per tahun yang kini ditargetkan rampung pada 2028, dibandingkan rencana awal yakni tahap pertama 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi 5 juta ton menjadi 12 juta ton pada 2032. Dengan percepatan ini, EMAS menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2032. Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan, first gold pour di Tambang Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi EMAS dan Grup Merdeka. Dia juga menyebut first gold pour sebagai milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih EMAS lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. "Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya." ujar dia dalam siaran pers yang diterima Kontan, Rabu (18/2/2026).
TAG: