Merdeka Gold Resources (EMAS) Produksi 15.594 Ounces Emas pada Kuartal II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat ramp-up produksi yang kuat di Tambang Emas Pani pada kuartal II-2026. Capaian ini didukung oleh peningkatan volume penambangan dan penumpukan bijih (stacking).

Emiten ini juga terus meningkatkan kapasitas heap leach serta memajukan pengembangan Carbon-in-Leach (CIL) berskala lebih besar untuk mendukung fase pertumbuhan Pani berikutnya.

Sebagaimana diketahui, Pani memproduksi 15.594 ounces emas (oz Au) dan 29.796 ounces perak (oz Ag) selama kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2026, dibandingkan dengan 1.818 oz Au dan 3.496 oz Ag pada kuartal sebelumnya.


Baca Juga: Kompak, Rupiah Jisdor Menguat 0,37% ke Rp 17.991 per Dolar AS pada Senin (3/8/2026)

Penjualan emas naik menjadi 6.439 oz Au dari 516 oz Au, sementara harga jual rata-rata tercatat sebesar US$ 4.382 per ounce. Tidak terdapat penjualan perak yang dibukukan pada kuartal tersebut.

Cash cost emas dan all-in sustaining cost (AISC) EMAS pada kuartal II-2026, di luar royalti, masing-masing tercatat sebesar US$ 890 per ounces dan US$ 1.460 per ounces. Seiring Tambang Emas Pani masih berada dalam tahap peningkatan produksi, EMAS memperkirakan biaya per unit secara kuartalan dapat berfluktuasi dalam jangka pendek dan bergerak mendekati panduan 2026.

Untuk 2026, EMAS mempertahankan panduan cash cost sebesar US$ 900 per ounces hingga US$ 1.100 per ounces dan panduan AISC sebesar US$ 1.300 per ounces hingga US$ 1.450 per ounces, yang mana keduanya di luar royalti dan kredit perak.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan, EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya.

"Pencatatan sekunder EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada 26 Juni 2026 juga memperluas akses perusahaan terhadap investor internasional, sekaligus memperkuat platform bagi fase pertumbuhan Pani berikutnya,” ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Operasi heap leach Pani terus menunjukkan kemajuan selama kuartal tersebut dengan kapasitas awal 8 juta ton bijih per tahun, lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 juta ton bijih per tahun. EMAS juga tengah mengkaji potensi peningkatan kapasitas menjadi 10 juta ton bijih per tahun setelah 2026.

Baca Juga: BEI Sempurnakan Notasi Khusus Emiten, Tambah Notasi P Mulai November 2026

EMAS mempertahankan panduan produksi emas 2026 sebesar 100.000 hingga 115.000 oz Au. EMAS memperkirakan produksi emas akan meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun ini seiring berlanjutnya ramp-up Tambang Emas Pani, didukung oleh peningkatan laju penambangan dan stacking setelah keberhasilan commissioning operasi heap leach pada kuartal II-2026.

Dengan profil produksi yang lebih berbobot pada paruh kedua tahun ini, realisasi penjualan akan bergantung pada waktu pengiriman doré, proses pemurnian, serta jadwal penyelesaian transaksi dengan pelanggan.

Selain itu, EMAS juga terus memajukan pengembangan CIL yang telah dikonfigurasi ulang untuk memulai produksi dengan kapasitas 12 juta ton bijih per tahun pada 2028, dibandingkan dengan desain awal sebesar 7,5 juta ton bijih per tahun.

Selama kuartal tersebut, konstruksi CIL pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah diselesaikan. Area milling pad diperkirakan selesai pada paruh kedua 2026, sementara keseluruhan CIL pad ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Setelah kuartal berakhir, tender konstruksi pabrik CIL telah diselesaikan pada Juli, dengan mobilisasi kontraktor dijadwalkan dimulai pada kuartal III-2026.

Kegiatan eksplorasi terus memperkuat potensi pertumbuhan jangka panjang Pani. Pada 8 Juni 2026, EMAS mengumumkan Estimasi Sumber Daya Mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton dengan kadar 0,33 gram per ton emas yang mengandung estimasi 445.000 oz Au.

Tambahan tersebut meningkatkan keseluruhan inventaris Sumber Daya Mineral Pani menjadi 333,5 juta ton, dengan kandungan sekitar 7,4 juta ounce emas.

Per 30 Juni 2026, EMAS memiliki kas dan setara kas, setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya, sebesar US$ 62 juta serta fasilitas pinjaman bank yang belum ditarik sebesar US$ 100 juta. EMAS juga memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Merdeka Copper Gold Tbk yang belum ditarik dengan total US$ 485 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News