Merger dan Akuisisi Global Meningkat 40% pada 2025, Ini Dampaknya ke Pasar Domestik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi merger dan akuisisi (M&A) global meningkat signifikan pada 2025, dan diproyeksikan masih tetap bertumbuh pada tahun ini. 

Mengacu riset Global M&A Report yang dirilis oleh Bain & Company, nilai transaksi M&A global meningkat 40% hingga mencapai US$ 4,9 triliun sepanjang 2025.

Adapun survei Bain terhadap sebanyak 300 eksekutif M&A juga memaparkan bahwa hingga 80% responden memproyeksikan aktivitas M&A pada 2026 akan tetap bertahan atau bahkan meningkat.


Baca Juga: Mal Generasi Baru Akan Segera Hadir, Tawarkan Sport & Wellness Center di Rooftop

Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky mencermati bahwa secara umum, meningkatnya aktivitas M&A global tak memiliki dampak yang signifikan terhadap Indonesia. Bagaimanapun, ia menyoroti hal ini dapat membuat pasar global makin terkonsentrasi.

"Dengan begitu, hal ini akan membuat arus investasi makin tertuju pada kawasan tertentu," katanya saat dihubungi Kontan, Rabu (28/1/2026).

Di Indonesia, Riefky melihat dampaknya bisa lebih dirasakan oleh para pelaku usaha di sektor manufaktur. Mengingat, sektor ini memiliki integrasi yang paling besar ke pasar global.

Dus, ke depan, Riefky mengingatkan pasar perlu mengantisipasi risiko persaingan bisnis yang semakin jenuh (saturated). "Hal ini mendorong diperlukannya peningkatan daya saing dari industri domestik," imbuh dia.

Selanjutnya: Shopee Beauty Awards 2025 Digelar, Ini Deretan Pemenangnya

Menarik Dibaca: Shopee Beauty Awards 2025 Digelar, Ini Deretan Pemenangnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News