Merger dengan LippoBank, DPK CIMB Niaga Syariah Tumbuh Hingga 168%



JAKARTA. Bisnis perbankan syariah Bank CIMB Niaga cukup bersinar sepanjang tahun 2009. Tengok saja, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 168%. Nilai simpanan yang mengendap di bank milik investor asal Malaysia ini melonjak dari Rp 660 miliar pada akhir 2008 menjadi Rp 1,77 triliun per akhir 2009.

Pembiayaan syariah CIMB Niaga juga mengalami peningkatan. Namun, pertumbuhan pembiayaan nya masih imut. Pembiayaan CIMB Niaga Syariah yang di pengujung 2008 mencapai Rp 1,05 triliun cuma meningkat menjadi Rp 1,13 triliun di akhir 2009.

Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, sepanjang tahun 2009 lalu, laba yang disumbangkan oleh bisnis syariah meningkat 56,94% menjadi Rp 60,78 miliar. Di tahun 2008, CIMB Niaga Syariah masih membukukan laba Rp 38,73 miliar.


Seiring kenaikan laba, CIMB Niaga juga mencatat kenaikan aset hingga 50,37% dari Rp 1,32 triliun menjadi Rp 1,98 triliun. "Pencapaian ini sudah melebihi target kami sebelumnya," kata Arwin.

Menurut Arwin, penggabungan CIMB Niaga Syariah dengan eks-LippoBank LB Salam adalah pemicu utama perkembangan bisnis syariah ini.

Akibat merger, kantor cabang Syariah CIMB Niaga bertambah menjadi 10 buah dan jumlah layanan dual banking di kantor konvensional pun meningkat dari 202 menjadi 505 layanan.

Proses merger ini juga memperkuat infrastruktur teknologi informasi (TI) CIMB Niaga Syariah. "Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari CIMB Group yang sudah mempunyai banyak pengalaman dan pengetahuan, khususnya pengembangan bisnis syariah," imbuh Arwin.

Tahun ini, CIMB Niaga Syariah masih fokus pada pengembangan sumber daya manusia dengan mengadakan program-program pelatihan.

Adapun target jangka panjang, CIMB Niaga mengincar posisi bank terbesar kelima di industri perbankan syariah. "Kami akan terus menambah jumlah kantor sepanjang tahun ini," terang Arwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Johana K.