KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara resmi menggabungkan empat perusahaan aset manajemen milik BUMN menjadi satu entitas. Keempat perusahaan tersebut, yakni PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT PNM Investment Management. Kendati demikian, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai merger ini tidak akan mengubah kepemilikan investor atas reksadana yang dikelola masing-masing perusahaan.
Baca Juga: CNAF: Kenaikan BI Rate Jadi Pertimbangan dalam Penerbitan Obligasi "Aset reksadana tetap merupakan kekayaan yang dipisahkan dan disimpan oleh bank kustodian sehingga tidak menjadi bagian dari aset perusahaan manajer investasi," jelasnya kepada Kontan, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, secara prinsip merger tidak akan mengubah kepemilikan investor atau reksadana. Perubahan yang mungkin terjadi pascamerger justru banyak berkaitan dengan aspek operasional perusahaan. Misalnya, integrasi pengelolaan, penyelarasan produk, distribusi, hingga peningkatan efisiensi organisasi setelah proses merger rampung.
Baca Juga: 11 Perusahaan Asuransi Belum Laporkan Keuangan Berbasis PSAK 117, OJK Siapkan Sanksi Dari segi investor, Budi berpendapat bahwa dalam jangka pendek kemungkinan mereka tidak akan merasakan dampak material karena hak dan nilai investasi tetap sama. Namun dalam jangka menengah, efek kepada investor justru dinilai menguntungkan karena bisa memperoleh manfaat berupa pengelolaan yang lebih efisien, kapasitas riset yang lebih kuat, dan produk yang kompetitif.
Lebih lanjut, Budi menilai keputusan merger ini merupakan langkah yang tepat jika bertujuan untuk meningkatkan skala ekonomi, efisiensi, dan daya saing industri pengelolaan aset milik negara. Dengan aset kelolaan yang lebih besar, perusahaan hasil merger akan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan investasi, mengembangkan produk, dan meningkatkan manajemen risiko. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya aset kelolaan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan perusahaan hasil merger. Keberhasilan tetap ditentukan oleh kualitas tata kelola, independensi pengambilan keputusan investasi, dan kemampuan menghasilkan kinerja yang kompetitif bagi investor. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News