Merger Getty Images dan Shutterstock Batal! Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - LONDON. Getty Images telah membatalkan rencana merger dengan Shutterstock karena persyaratan regulator persaingan bisnis Inggris untuk menjual bisnis editorial Shutterstock sebagai syarat persetujuan.

Dua pemain terbesar di industri konten visual berlisensi mengumumkan kesepakatan tersebut pada Januari tahun lalu untuk menciptakan perusahaan raksasa yang mendominasi industri penyedia foto, video dan aset visual senilai US$ 3,7 miliar yang siap menghadapi era AI.

Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris pada bulan Mei menyetujui merger tersebut secara bersyarat. Di mana, mengharuskan Shutterstock untuk menjual divisi editorialnya guna mengatasi kekhawatiran terkait pasokan konten berita di negara tersebut.


Kelompok penyelidikan independen regulator menemukan bahwa bisnis editorial, jika tidak dijual, akan mengurangi pilihan bagi media Inggris dan pada akhirnya dapat menaikkan harga bagi pelanggan, karena Shutterstock adalah salah satu dari sedikit pesaing yang signifikan bagi Getty.

Baca Juga: Harga Minyak Kian Tertekan: Brent & WTI Raih Penurunan Bulanan dan Kuartalan Terbesar

Getty tidak diwajibkan untuk menerima syarat ini berdasarkan ketentuan perjanjian merger dan akan secara resmi mengakhiri kesepakatan tersebut setelah batas waktu yang diperpanjang hingga 6 Juli, kata perusahaan tersebut dalam pengajuan peraturan pada hari Selasa (30/6/2026).

Getty mengatakan, dewan direksinya juga berencana untuk melibatkan penasihat keuangan untuk mengeksplorasi opsi pembiayaan strategis bagi perusahaan.

Shutterstock dan Getty masing-masing telah setuju untuk membayar biaya pembatalan sebesar US$ 32,7 juta kepada pihak lain dalam keadaan tertentu jika penggabungan yang diusulkan gagal, menurut ketentuan perjanjian tersebut.

Getty menghadapi biaya sebesar US$ 40 juta jika Shutterstock menggunakan hak pembatalan pembiayaannya, meskipun Getty tidak diharuskan untuk membayar kedua biaya tersebut.

Saham Getty turun 1,1% menjadi US$ 0,85 dalam perdagangan lanjutan yang bergejolak, sementara saham Shutterstock anjlok sekitar 31% menjadi US$ 9,57.

Getty bersaing dengan Reuters dan Associated Press dalam menyediakan foto dan video untuk penggunaan editorial.