Merger Penyedia Konten Getty Images & Shutterstock Dapat Restu dengan Syarat



KONTAN.CO.ID - LONDON. Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), mengatakan akan menyetujui rencana merger senilai US$ 3,7 miliar antara Getty Images dan Shutterstock, dengan syarat Shutterstock melepas unit bisnis editorialnya. 

Merger ini menandai salah satu konsolidasi terbesar di industri penyedia konten visual global, di tengah meningkatnya permintaan media digital terhadap gambar dan video untuk kebutuhan berita, pemasaran, dan konten online.

Keputusan ini muncul setelah CMA melakukan penyelidikan mendalam sejak November, menyusul kekhawatiran awal bahwa penggabungan dua pemain besar tersebut dapat mengurangi persaingan di pasar penyedia konten gambar dan berita di Inggris.


Baca Juga: Inflasi Jepang Melonjak, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BOJ

Dalam evaluasinya, CMA menilai bahwa tanpa divestasi, merger ini berpotensi mengurangi pilihan bagi media di Inggris dan pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga layanan konten.

Regulator menyoroti bahwa Shutterstock merupakan salah satu dari sedikit pesaing signifikan bagi Getty Images dalam penyediaan konten editorial untuk media.

Sebagai solusi, kedua perusahaan sepakat untuk menjual bisnis editorial global milik Shutterstock, yang mencakup merek seperti Backgrid dan Splash. Unit ini dinilai bukan bagian inti dari strategi utama perusahaan hasil merger.

Dengan syarat tersebut, CMA menyatakan kekhawatiran kompetisi dapat diatasi sehingga merger bisa dilanjutkan.

Baik Getty Images maupun Shutterstock belum memberikan komentar resmi terkait keputusan ini. Namun, saham keduanya sempat menguat di perdagangan pra-pasar di Amerika Serikat, masing-masing naik sekitar 3,8% dan 1,1%.