Meski Ada Dinamika, MYOH Yakin Bisa Produksi Overburden Removal 34,5 Juta BCM di 2026



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) pada tahun 2026 membidik volume pemindahan batuan penutup (overburden removal) sebesar 34,5 juta BCM dan target produksi batubara (coal getting) di angka 4,5 juta ton. Adapun overburden removal pada tahun 2025 ditaksir mencapai 32 juta ton.

Perusahaan juga optimistis bahwa kliennya atau pemilik tambang tetap melakukan produksi sesuai rencana awal yang sudah ditetapkan meskipun RKAB 2026 belum terbit. Saat ini klien Samindo adalah Kideco, anak usaha PT Indika Energy Tbk. 

Adapun Kementerian ESDM belum juga selesai untuk menghitung produksi batubara para perusahaan batubara. Kabarnya pembahasan dan persetujuan RKAB 2026 akan selesai pada akhir Maret. 


Ahmad Zaki Natsir, Corporate Secretary PT Samindo Resources Tbk mengungkapkan, untuk memastikan target 34,5 juta BCM perusahaan sudah memiliki strategi yang berorientasi pada kinerja untuk memastikan setiap entitas anak beroperasi dengan keandalan maksimal di tengah dinamika industri pertambangan.

Kata dia, Samindo memaksimalkan efisiensi melalui manajemen biaya dan standar keselamatan yang ketat atas armada alat berat yang ada (aging equipment).

Keberhasilan dari langkah optimalisasi ini terefleksi pada realisasi kinerja bulan Januari 2026 yang bergerak positif dan melampaui proyeksi awal. Volume overburden removal tercatat mencapai 3,1 juta BCM, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 2,8 juta BCM.

Kinerja solid juga dibukukan pada segmen coal getting yang merealisasikan produksi sebesar 519.000 ton dari target awal 490.000 ton.

"Secara keseluruhan, capaian pada bulan pertama ini telah merepresentasikan sekitar 9% hingga 12% dari total target setahun penuh untuk segmen-segmen utama produksi, memberikan pijakan fundamental yang sangat kuat bagi Perseroan untuk mengarungi sisa tahun ini," terang dia kepada editor media, Selasa (24/2).

Zaki menyatakan optimismenya terhadap kinerja perusahaan sepanjang tahun berjalan. Realisasi operasional Januari yang secara konsisten melampaui ekspektasi ini merupakan indikator nyata dari efektivitas sistem kerja berbasis kinerja yang diterapkan di lapangan.

Kata Zaki, momentum positif yang berhasil kita amankan di awal tahun ini tidak hanya memperkuat keyakinan manajemen untuk mencapai target tahun 2026 secara menyeluruh, tetapi juga memperkokoh posisi Samindo Resources sebagai mitra strategis yang tangguh dan dapat diandalkan.

Konsistensi Perseroan dalam menjaga keunggulan operasional ini diyakini akan menjadi katalis utama dalam menciptakan stabilitas pendapatan dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Selanjutnya: Jamkrida Sumbar Catatkan Angka BOPO di Level 54,93% per Akhir 2025

Menarik Dibaca: 4 Tren Lantai Dapur 2026 yang Diprediksi Booming Dalam Waktu Dekat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News