Meski Hanya Mencapai 90% Target, Pendapatan Garuda Maintenance (GMFI) Tetap Tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) memperkirakan hanya mencapai 90% dari target pendapatan tahun ini. Meski meleset dari target, pendapatan GMFI tetap tumbuh jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Tahun ini GMFI membidik target pendapatan sebesar US$ 377 juta dan laba bersih sebesar US$ 15 juta di sepanjang tahun 2023. Artinya, pendapatan GMFI tahun ini bisa mencapai US$ 339,3 juta. Angka ini masih meningkat 42,14% dari pendapatan tahun lalu sebesar US$ 238,7 juta.

Tapi, GMFI masih memiliki potensi untuk mencapai profit yang ditargetkan meskipun pencapaian pendapatan berada di sekitar angka 90% dari target. Rian Fajar Isnaeni, VP Corporate Secretary & Legal GMFI menilai hal ini adalah indikasi yang baik mengingat kerasnya tantangan yang dihadapi selama pandemi Covid-19.


"Salah satu faktor yang mendukung proyeksi ini adalah pemulihan industri penerbangan secara global seiring dengan peningkatan vaksinasi dan pelonggaran pembatasan perjalanan. Dengan adanya penambahan penerbangan pasca pandemi, GMFI memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatannya," kata Rian kepada Kontan.co.id, Minggu (22/10). 

Baca Juga: GMF Perpanjang Kemitraan Maintenance Training Services dengan Airbus Ketiga Kalinya

Dia melanjutkan, proyeksi kinerja selalu dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang mungkin sulit diprediksi sepenuhnya, seperti perubahan dalam situasi pandemi, perubahan regulasi, atau fluktuasi pasar. Oleh karena itu, GMFI juga harus tetap fleksibel dalam mengadaptasi strategi bisnisnya sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

GMFI membukukan laba bersih US$ 2,04 juta di semester pertama 2023. Di periode sama tahun lalu, GMFI yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu masih mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 10,96 juta. Laba bersih tersebut didorong dari pendapatan usaha GMFI yang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 74,22% menjadi US$ 166,9 juta di semester I 2023 atau 44,27% dari target setahun penuh 2023.

Rian menguraikan, GMF akan melanjutkan upaya dalam melakukan perbaikan operasional dan peningkatan profitabilitas pada setiap project. Hal yang dilakukan adalah, terus fokus pada peningkatan efisiensi operasional dengan memaksimalkan pendapatan dan mengurangi biaya guna mendukung peningkatan profitabilitas. GMFI juga akan meninjau biaya operasional, termasuk pengadaan suku cadang, tenaga kerja, dan peralatan.

Baca Juga: Garuda Maintenance Facility (GMFI) Bidik Pendapatan US$ 377 Juta Tahun Ini

Dia menyebut, GMFI akan mengevaluasi setiap proyek secara menyeluruh dan berusaha untuk meningkatkan profitabilitas masing-masing. GMFI akan mempertimbangkan strategi penetapan harga yang lebih efektif untuk jasa perawatan pesawat.

"Hal ini dapat mencakup peninjauan tarif jasa yang disesuaikan dengan tingkat persaingan di pasar. Dengan menawarkan harga yang kompetitif, GMFI dapat menarik lebih banyak klien dan proyek perawatan," imbuh Rian. 

Tahun ini alokasi untuk kebutuhan capex GMFI adalah sebesar US$ 3,9 juta. Dari alokasi capex tersebut, hingga saat ini sudah terserap sebesar US$ 988,019. Dana capex yang terserap tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan penunjang perawatan pesawat.

Rian mengatakan, penyerapan dana capex yang sudah terjadi mencerminkan komitmen GMFI dalam meningkatkan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki dan merawat pesawat dengan lebih efisien. 

"Ini adalah langkah yang positif untuk memastikan bahwa fasilitas GMFI tetap berada dalam kondisi terbaik sehingga proyek perawatan pesawat dapat berjalan dengan lancar dan efektif," kata dia.

Baca Juga: Garuda Maintenance Facility (GMFI) Kantongi Laba Bersih US$ 2,04 Juta di Semester I

Pada tahun 2024, lanjutnya, GMFI masih akan berpegang pada strategi tegas yang telah mulai dijalankan saat ini. Hal tersebut adalah peningkatan profitabilitas dimana GMFI fokus pada peningkatan efisiensi operasional, strategi penetapan harga yang lebih baik, dan penawaran layanan tambahan yang menguntungkan. Pihaknya juga akan fokus pada profitabilitas akan membantu GMFI mencapai hasil keuangan yang lebih baik.

Lalu, dari sisi perbaikan ekuitas, GMFI akan melakukan pencarian pendanaan tambahan, restrukturisasi utang, atau pengelolaan modal kerja dengan lebih efisien. Tujuannya adalah untuk memastikan GMFI memiliki posisi keuangan yang lebih sehat dan kuat. 

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan melaksanakan restrukturisasi. Kata dia, terdapat dua aspek penting dalam poin ini yakni restrukturisasi operasional dan restrukturisasi keuangan. Hal ini bertujuan untuk mencapai ranah produksi yang lebih efektif dan efisien, sambil memastikan bahwa restrukturisasi keuangan dapat berjalan dengan baik. 

"Dengan menggabungkan restrukturisasi operasional dan keuangan, GMFI akan menciptakan fondasi yang lebih kokoh untuk masa depannya. Ini akan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya lebih efisien dalam produksi, tetapi juga lebih stabil dalam hal keuangan," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati