Meski Makin Membesar, Tingkat Utang Indonesia Dinilai Masih Aman



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia melihat, peningkatan utang untuk penanganan pandemi Covid-19 ini bila tidak ditangani dengan tepat akan menjadi pemulihan ekonomi dalam jangka panjang.  Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami pembengkakan utang untuk mengkerdilkan efek pandemi terhadap perekonomian. 

Namun, analis makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz melihat, peningkatan utang Indonesia yang menjadi sekitar 41% Produk Domestik Bruto (PDB) ini masih di level aman.  “Meski tidak ada aturan resmi, banyak riset yang menunjukkan level aman utang itu di 60% PDB atau pada level utang jangka panjang yang menurun,” kata Faiz kepada Kontan.co.id, Minggu (20/2). 

Faiz menambahkan, sejauh ini peningkatan utang Indonesia memang digunakan untuk kebutuhan pandemi. Plus, banyak negara yang juga mengalami peningkatan utang untuk penanganan pandemi dan bahkan lebih banyak dari Indonesia. 


Baca Juga: Bank Dunia: Peningkatan Suku Bunga The Fed Jadi Dilema Bank Indonesia

Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia juga diperkirakan masih mumpuni dalam memenuhi kewajiban utangnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini digadang mampu tumbuh lebih tinggi, dan perkiraan Faiz bisa di kisaran 5,1% yoy. 

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, kemampuan membayar Indonesia juga akan membaik,” tambahnya. 

Pemerintah juga memegang teguh komitmennya untuk mengembalikan defisit fiskal ke bawah 3% PDB pada tahun 2023. Bila ini berjalan sesuai dengan rencana, maka risiko pembengkakan utang Indonesia selama ini masih bisa dikelola. 

“Plus, komposisi utang Indonesia saat ini lebih banyak dalam rupiah dan utang jangka panjang dengan bunga yang terbilang rendah. Jadi dari berbagai aspek harusnya masih bisa dikelola,” tandas Faiz. 

Baca Juga: Bank Dunia: Utang Tersembunyi Jadi Risiko Ekonomi Jangka Panjang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat