KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan premi asuransi kanal
e-commerce masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pendapatan dari kanal agen dan
bancassurance. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi premi asuransi digital hanya menyentuh 2,87% dari total premi asuransi nasional. Kendati begitu, pengamat asuransi Irvan Rahardjo berpendapat bahwa kanal ini memberikan kontribusi yang stabil meskipun nilainya masih relatif kecil.
Baca Juga: Indonesia Gadai Oke Sebut Ada Peningkatan Aktivitas Gadai Menjelang Lebaran "Pendapatan premi yang masih kecil tidak selalu berarti kanal tersebut tidak efektif," ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/3/26). Menurutnya, asuransi kanal digital masih dalam tahap pertumbuhan awal yang berfokus pada produk mikro atau strategi menjangkau pasar yang lebih luas daripada mencapai premi tinggi. Selain itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan juga menyebut tren permintaan produk asuransi kanal digital menunjukkan peningkatan. "Produk asuransi yang dipasarkan melalui kanal e-commerce sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan," ujarnya. Kanal digital dianggap lebih efisien untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Apalagi e-commerce memiliki basis pengguna yang besar dengan tingkat interaksi tinggi. Menurut Irvan, perkembangan asuransi kanal
e-commerce ke depannya akan makin dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi. Beberapa di antaranya adalah penerapan
hyper-personalization berbasis AI, integrasi
omnichannel, dan
social commerce yang mendominasi. Dalam praktiknya, nanti perusahaan bisa memanfaatkan fitur seperti
live shopping, analisis data perilaku konsumen, layanan pengiriman cepat, dan beragam metode pembayaran digital.
Baca Juga: Calon DK OJK, Hasan Fawzi Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Tembus Rp 25.000 Triliun Khusus periode Ramadan, Irvan turut mencermati tren permintaan asuransi melalui
e-commerce akan tumbuh positif. Hal itu sejalan dengan lonjakan transaksi belanja
online dan peningkatan kesadaran bertransaksi dengan aman. Selain itu, konsumen juga cenderung memilih produk asuransi yang memberikan perlindungan instan untuk pembelian barang bernilai tinggi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News