KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menegaskan tidak terlibat dalam rencana pembelian atau akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama.
Direktur Utama Jhonlin Agro Raya Indra Irawan menjelaskan, tidak terdapat hubungan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung antara JARR dan Jhonlin Baratama. Namun, keduanya memiliki hubungan afiliasi karena berada di bawah pengendali utama yang sama Pengendali utama atau ultimate beneficial owner (UBO) JARR dan Jhonlin Baratama adalah Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
“JARR memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rencana pembelian atau akuisisi saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Gandeng Freeport Indonesia, Beli 50 Kg Emas Murni Indra menjelaskn seluruh proses pembelian atau akuisisi saham BYAN merupakan ranah dan aksi korporasi yang sepenuhnya dilakukan Jhonlin Baratama, terpisah dari kegiatan operasional JARR. “Tidak terdapat penggunaan aset, fasilitas, sumber daya, maupun bentuk dukungan lainnya milik JARR yang digunakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rangka transaksi tersebut,” kata Indra. Indra menyatakan tidak menyediakan pendanaan, pinjaman, fasilitas pembiayaan, maupun dukungan keuangan lainnya kepada Jhonlin Baratama untuk mendukung transaksi pembelian atau akuisisi saham BYAN. “Seluruh kegiatan operasional dan kinerja keuangan JARR tetap berjalan secara normal, optimal dan independen sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan,” ujar Indra. Seperti diketahui, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Di mana, Low Tuck Kwong dan anaknya akan melepas 10 miliar saham biasa BYAN. Namun berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 16 September 2026, belum ada nilai atas rencana transaksi ini.
Dalam catatan Kontan, Bloomberg melaporkan Haji Isam akan menguasai kepemilikan saham Low Tuck Kwong dan Elaine. Artinya, setelah transaksi jual beli tuntas, Jhonlin akan menjadi pengendali baru BYAN. Low Tuck Kwong diketahui menguasai sekitar 40% saham BYAN, sedangkan Elaine memiliki sekitar 22%. Dengan demikian, total kepemilikan keluarga Low yang menjadi sasaran tawaran mencapai sekitar 62% saham. Jika terealisasi, nilai tawaran US$ 3 miliar atau sekitar Rp 52,6 triliun tersebut mencerminkan diskon sekitar 80% dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News