KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Para
trader saham
short seller tetap bertaruh saham SpaceX akan kembali mengalami penurunan pasca
listing di bursa saham. Pasalnya, hampir sepertiga dari saham yang dapat diperdagangkan kini dijual secara
short selling. Pertaruhan para
trader short seller tersebut unik. Pasalnya, taruhan tersebut telah merugikan mereka hampir tiga perempat miliar dolar AS, dalam bentuk kerugian di atas kertas. Posisi
short selling yang besar ini dapat menambah volatilitas pada saham SpaceX.
Reuters melaporkan, menurut perkiraan perusahaan analisa saham Ortex, setiap perubahan harga saham SpaceX sebesar US$ 1 akan menghasilkan keuntungan atau kerugian sekitar US$ 200 juta bagi para
trader short seller.
Baca Juga: Nike Masih Tertekan, Lesunya Pasar China Hambat Pemulihan Penjualan Para
trader short seller tersebut, yang menjual saham pinjaman dengan harapan membelinya kembali dengan keuntungan ketika harga saham turun, semakin berani setelah lonjakan awal saham SpaceX berubah menjadi pelemahan dan harga saham turun hingga 23% dalam beberapa hari setelah
listing pada 12 Juni. Data Ortex menunjukkan, minat
short selling kini mencapai 196 juta saham, sekitar 31% dari saham yang beredar bebas, hingga Selasa (30/6/2026), naik dari sekitar 83 juta saham, atau 13% dari saham yang beredar bebas, seminggu yang lalu. “Kenaikan taruhan
short selling sangat luar biasa untuk saham yang baru
go public kurang dari sebulan,” Peter Hillerberg, kata salah satu pendiri Ortex, seperti dikutip
Reuters, Rabu (1/7/2026). Tapi menurut perkiraan Ortex, para
short seller SpaceX mengalami kerugian
mark-to-market sekitar US$ 760 juta sejak IPO.
Baca Juga: Kroger Akuisisi Giant Eagle Senilai US$ 1,65 Miliar, Perkuat Ekspansi di AS Ketika harga saham SpaceX mencapai titik terendah di dekat US$ 153 minggu lalu, para
short seller untung sekitar US$ 2,5 miliar di atas kertas. Tetapi rebound saham SpaceX sejak saat itu telah menghapus semua keuntungan itu. “SpaceX telah menjadi
roller coaster bagi para
short seller,” kata Hillerberg. Biaya untuk meminjam saham SpaceX, sebuah ukuran permintaan untuk melakukan
short selling saham relatif terhadap pasokan saham yang tersedia untuk dipinjamkan, tetap relatif murah sekitar 1%.
Mengingat jumlah saham yang dijual pendek relatif terhadap total saham yang dapat diperdagangkan, jika harga saham SpaceX terus pulih, penutupan posisi pendek—di mana investor yang pesimis terpaksa membeli saham untuk menutup taruhan mereka guna menghindari kerugian lebih lanjut—berpotensi mendorong harga saham lebih tinggi lagi.
Baca Juga: Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Segera Menikah, Lokasi Masih Rahasia Valuasi SpaceX yang lebih dari US$ 2 triliun menjadikan saham ini target bagi para
short seller yang skeptis terhadap harga sahamnya yang tinggi. Tetapi minat yang kuat dari investor ritel dan institusional serta sejarah Musk dalam pertempuran publik melawan
short seller menjadikan hal itu sebagai proposisi yang berisiko. SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait fenomena ini.