Meski Sudah Terkoreksi, Valuasi Saham Emiten Grup Barito Dinilai Masih Premium



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah tahun lalu naik gila-gilaan, pergerakan saham Grup Barito kini mulai menjinak. Terpantau, sejumlah saham seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mulai mengalami koreksi.

Saham BREN misalkan, melemah 26,32% ke level Rp 5.600 sejak awal tahun alias secara year-to-date (YtD). Saham CUAN juga terkoreksi hingga 33,06% secara YtD dan saham BRPT yang melemah 24,55% sejak awal tahun.

Meski demikian, Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai, valuasi saham-saham Grup Barito saat ini masih premium. 


“Saham Grup Barito memang terkenal dengan valuasinya yang premium, seperti BRPT dan TPIA yang sejak dulu sudah dihargai mahal,” kata Kiswoyo kepada Kontan.co.id, Selasa (6/2).

Baca Juga: Jelang Hari H Pemilu, Ini Rekomendasi Saham-Saham yang Bisa Dilirik

Sebagai gambaran, saham BREN saat ini diperdagangkan dengan price to book value (PBV) ratio sebesar 188,84 kali, saham TPIA diperdagangkan dengan PBV 11,01 kali, dan saham CUAN dengan PBV 55,65 kali.

Namun, di antara grup Barito lainnya, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) memang memiliki valuasi yang lebih murah, dimana PBV saham PTRO masih lebih kecil dari emiten Barito lainnya. Saat ini, saham emiten kontraktor tambang ini diperdagangkan dengan PBV 1,54 kali.

Asal tahu, saham PTRO sebentar lagi akan masuk ke dalam naungan emiten Grup Prajogo Pangestu. Sebab, CUAN berencana  akan membeli 342,92 juta saham PTRO. Jumlah ini mewakili kurang lebih 34% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam PTRO.

Analis Panin Sekuritas Rizal Nur Rafly juga menilai, valuasi saham TPIA saat ini masih terlampau mahal  Menurut hitungan Panin Sekuritas, valuasi wajar TPIA dihargai di EV/EBITDA 47 kali, sejalan dengan rata-rata peers regional. 

Adapun harga wajar TPIA dengan mempertimbangkan proyeksi performa pada 2024 berada di kisaran Rp 3.000 per saham.

Kiswoyo menilai, investor yang ingin masuk ke Grup Barito bisa menggunakan strategi trading jangka pendek dengan memanfaatkan momentum koreksi.

 
BREN Chart by TradingView

Baca Juga: Kinerja Mayora Indah (MYOR) Diprediksi Tumbuh Positif, Simak Rekomendasi Sahamnya

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas juga sepakat, mayoritas saham grup di bawah naungan Prajogo Pangestu memiliki valuasi yang tergolong mahal. 

Dus, untuk jangka pendek, secara teknikal Sukarno melihat saham BREN berpotensi menuju level resistance Rp 5.925, dan saham BRPT berpeluang ke  level Rp 1.080 hingga Rp 1.105.

Sedangkan untuk PTRO, Sukarno menilai investor bisa melakukan trading buy di level Rp 5.550 - Rp 6.000, dengan level support di Rp 4.930.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi