JAKARTA. Nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat menjadi alasan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menaikkan harga jual alat beratnya. HEXA juga berencana menekan margin per unit alat berat tahun ini. Maklum, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang. Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang naik. "Margin per unit pasti berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, Rabu (19/1). Selain Hitachi, HEXA juga menjual alat berat merek John Deere, Rotobec Grapples dan Waratah. Heri mengatakan, pengaruh penguatan yen terhadap laba korporasi secara keseluruhan tidak ada. "Malah laba meningkat akibat permintaan yang tinggi," kata dia. Selain penguatan nilai tukar yen, HEXA juga harus berhadapan dengan kenaikan harga baja. Sebagai contoh, margin untuk unit excavator diturunkan 10%. Namun, rata-rata margin yang dipatok HEXA tetap 10%-12%.
Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan
JAKARTA. Nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat menjadi alasan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menaikkan harga jual alat beratnya. HEXA juga berencana menekan margin per unit alat berat tahun ini. Maklum, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang. Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang naik. "Margin per unit pasti berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, Rabu (19/1). Selain Hitachi, HEXA juga menjual alat berat merek John Deere, Rotobec Grapples dan Waratah. Heri mengatakan, pengaruh penguatan yen terhadap laba korporasi secara keseluruhan tidak ada. "Malah laba meningkat akibat permintaan yang tinggi," kata dia. Selain penguatan nilai tukar yen, HEXA juga harus berhadapan dengan kenaikan harga baja. Sebagai contoh, margin untuk unit excavator diturunkan 10%. Namun, rata-rata margin yang dipatok HEXA tetap 10%-12%.