Meta Didenda US$567 Juta, Wajib Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meta Platforms, induk perusahaan Facebook dan Instagram, diperintahkan pengadilan negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, untuk membayar US$567 juta ke dana kesehatan mental remaja. Perusahaan juga diwajibkan mengubah sejumlah fitur pada platformnya untuk meningkatkan perlindungan terhadap pengguna anak dan remaja.

Putusan tersebut dijatuhkan Hakim Bryan Biedscheid di Santa Fe pada Kamis (6/8/2026). Pengadilan menyatakan Meta telah menciptakan gangguan terhadap kepentingan publik (public nuisance) di New Mexico karena dinilai berkontribusi terhadap dampak buruk media sosial terhadap kesejahteraan anak.

Putusan ini berpihak kepada Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez, yang sebelumnya menuduh Meta merancang produknya agar membuat pengguna muda kecanduan serta gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual di platformnya.


Kasus tersebut menjadi bagian dari gelombang tuntutan hukum yang semakin luas terhadap perusahaan media sosial terkait dampak platform digital terhadap anak dan remaja.

Meta Wajib Ubah Fitur Facebook dan Instagram

Dalam putusannya, Biedscheid memerintahkan Meta menerapkan sejumlah langkah perlindungan terhadap pengguna muda. Ketentuan tersebut akan berlaku selama lima tahun.

Baca Juga: Cadangan Emas China Catat Kenaikan Terbesar Sejak Oktober 2023, Capai 76,08 Juta Ons

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain membatasi penggunaan Facebook dan Instagram oleh remaja setiap bulan, membatasi notifikasi, memperketat kontrol terhadap interaksi orang dewasa dengan pengguna di bawah umur, memperkuat perlindungan pada chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), serta meningkatkan peninjauan terhadap laporan pelecehan seksual terhadap anak.

Pengadilan juga memerintahkan Meta mencegah anak-anak di New Mexico melakukan interaksi romantis atau bernuansa seksual dengan chatbot AI milik perusahaan. Orang dewasa juga dilarang menggunakan chatbot untuk menyimulasikan atau mendiskusikan interaksi seksual dengan anak.

Perintah tersebut berkaitan dengan laporan sebelumnya mengenai kemampuan chatbot AI Meta yang dinilai berpotensi melakukan percakapan romantis atau sensual dengan anak.

Meta Sudah Diperintahkan Bayar US$375 Juta

Putusan terbaru ini merupakan tahap lanjutan dari perkara yang sama. Lima bulan sebelumnya, juri New Mexico memerintahkan Meta membayar US$375 juta setelah menyatakan perusahaan melanggar aturan perlindungan konsumen.

Pada tahap pertama persidangan, Meta dinilai memberikan gambaran yang keliru mengenai keamanan Facebook dan Instagram bagi pengguna muda. Dengan putusan terbaru sebesar US$567 juta, nilai kewajiban finansial Meta dalam perkara tersebut mencapai hampir US$942 juta.

Perkara tahap kedua tidak menggunakan juri. Biedscheid menggelar persidangan selama tiga pekan yang secara khusus membahas apakah platform Meta memenuhi unsur public nuisance berdasarkan hukum New Mexico.

Konsep public nuisance secara tradisional digunakan untuk menangani tindakan yang membahayakan kesehatan atau keselamatan publik, seperti pencemaran lingkungan atau tindakan yang menghambat akses publik.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Ketegangan Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Namun, pemerintah negara bagian di AS dalam beberapa tahun terakhir juga menggunakan dasar hukum tersebut untuk menggugat industri tembakau, opioid, rokok elektrik, perubahan iklim, dan kini teknologi kecerdasan buatan.

Dalam pertimbangannya, Biedscheid menilai dampak buruk platform Meta terhadap anak tidak berhenti di dalam platform tersebut.

"Hanya sebagaimana polusi berbahaya yang dihasilkan pabrik dapat merusak hak publik untuk mendapatkan udara yang cukup bersih, dampak berbahaya dari platform Meta terhadap anak-anak tidak berhenti di dalam platformnya. Dampak tersebut justru menyebar ke internet secara keseluruhan dan, yang mungkin paling mengkhawatirkan, ke dunia nyata serta menciptakan beban dan kerugian sosial bersama bagi anak-anak yang terdampak, keluarga dan sekolah mereka, serta rumah sakit dan aparat penegak hukum," tulis Biedscheid dalam putusannya.

Meta Akan Ajukan Banding

Meta menolak putusan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding. Perusahaan juga menegaskan telah melakukan berbagai upaya untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya dari platformnya.

"Kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja secara online dan akan terus membela diri terhadap klaim yang tidak menggambarkan fakta secara benar," kata Meta dalam sebuah pernyataan.

Meta sebelumnya berargumen bahwa platformnya tidak dapat dianggap menciptakan public nuisance karena tidak mengganggu "hak publik", seperti akses terhadap udara atau air.

Perusahaan juga menilai kasus tersebut mengabaikan penggunaan berbagai aplikasi media sosial lain oleh anak-anak di New Mexico.

Baca Juga: Aturan Baru India Guncang Bisnis Minuman Energi, Termasuk PepsiCo dan Red Bull

Meta turut menentang sejumlah perubahan yang diminta pemerintah negara bagian dengan alasan beberapa di antaranya "secara teknologi tidak praktis atau sama sekali tidak mungkin" diterapkan. Menurut perusahaan, tuntutan tersebut bahkan berpotensi membuat Meta harus keluar dari pasar New Mexico.

Hakim Tolak Sebagian Tuntutan New Mexico

Meta juga menggunakan Section 230 Communications Decency Act, aturan federal AS yang pada umumnya memberikan perlindungan hukum kepada platform online dari tanggung jawab atas konten yang dibuat pengguna.

Namun, Biedscheid menolak pembelaan tersebut. Menurut hakim, gugatan New Mexico tidak berupaya menjadikan Meta bertanggung jawab sebagai penerbit konten pihak ketiga, melainkan mempersoalkan fitur dan desain platform yang dikembangkan perusahaan.

Meski demikian, hakim tidak mengabulkan seluruh tuntutan New Mexico.

Biedscheid menolak sejumlah permintaan terkait perubahan algoritma dan fitur seperti infinite scroll serta autoplay. Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi melanggar hak Meta berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS, merugikan posisi kompetitif perusahaan, serta berpotensi bertentangan dengan Section 230.

Gugatan terhadap Media Sosial Semakin Meluas

Kasus Meta di New Mexico menjadi perhatian karena lebih dari 40 negara bagian dan lebih dari 1.300 distrik sekolah di AS telah mengajukan gugatan public nuisance terhadap perusahaan media sosial. Gugatan tersebut tidak hanya menuntut kompensasi, tetapi juga perubahan terhadap desain produk dan praktik bisnis perusahaan.

Gelombang gugatan itu menunjukkan meningkatnya tekanan hukum terhadap perusahaan media sosial terkait keselamatan dan kesehatan mental pengguna muda.

Meta sendiri masih menghadapi perkara serupa di berbagai wilayah AS.

Pekan depan, perusahaan dijadwalkan menghadapi persidangan di pengadilan federal di Oakland, California, terkait gugatan yang diajukan oleh 29 negara bagian. Gugatan tersebut menuduh Meta merancang Facebook dan Instagram agar membuat anak-anak kecanduan serta memberikan informasi yang menyesatkan mengenai keamanan platform.

Meta juga sedang menghadapi gugatan dari negara bagian Tennessee dalam persidangan yang telah dimulai pada Juli 2026.

Baca Juga: Dana Pensiun Terbesar Jepang Mencatat Rekor Keuntungan Investasi

Jaksa Agung New Mexico: Putusan Ini Bisa Jadi Preseden

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyambut putusan tersebut dan menilai Meta telah menempatkan keuntungan bisnis di atas keselamatan anak.

"Ini bukan hanya putusan terhadap satu perusahaan. Ini adalah cetak biru. Sekarang negara bagian lain dan negara-negara lain yang menghadapi krisis yang sama memiliki peta jalan yang dapat mereka ikuti," ujar Torrez.

Pernyataan tersebut mencerminkan potensi dampak lebih luas dari putusan New Mexico terhadap industri media sosial. Jika pendekatan hukum serupa diadopsi oleh negara bagian atau negara lain, perusahaan teknologi dapat menghadapi tekanan yang lebih besar untuk mengubah desain produk, sistem rekomendasi, fitur keterlibatan pengguna, hingga sistem perlindungan anak.

Meta sebelumnya telah memperingatkan para investornya bahwa tekanan hukum dan regulasi di Amerika Serikat serta Uni Eropa terkait penggunaan media sosial oleh anak dan remaja dapat berdampak signifikan terhadap bisnis dan hasil keuangan.

Dengan demikian, putusan New Mexico tidak hanya menambah beban hukum dan finansial Meta, tetapi juga berpotensi menjadi preseden penting dalam perdebatan global mengenai tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap keselamatan anak di ruang digital.