KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meta Platforms bersama EssilorLuxottica pada Selasa (23/6) mengumumkan peluncuran lini baru kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan harga yang lebih terjangkau. Produk terbaru bernama Meta Glasses ini dibanderol mulai dari US$299, jauh lebih murah dibandingkan kacamata Ray-Ban Display yang diluncurkan tahun lalu dengan harga sekitar US$800. Peluncuran produk ini menandai langkah terbaru Meta dalam memperluas adopsi perangkat AI yang dapat digunakan sehari-hari oleh konsumen.
Perusahaan induk Facebook tersebut telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan teknologi yang mereka sebut sebagai “personal intelligence”, dengan keyakinan bahwa perangkat pintar akan menjadi sarana utama menghadirkan manfaat AI secara langsung kepada pengguna individu.
Baca Juga: Saham SpaceX Terus Tertekan, Kapitalisasi Pasar Susut Lebih dari US$ 600 Miliar Berbeda dengan produk sebelumnya, Meta Glasses merupakan lini pertama hasil kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica yang tidak menggunakan merek kacamata populer milik perusahaan optik tersebut seperti Ray-Ban maupun Oakley.
Hadir dengan Desain Baru dan Kolaborasi Kylie Jenner
Meta Glasses hadir dalam berbagai pilihan warna dan bentuk baru. Beberapa model mengusung desain bingkai persegi panjang, sementara koleksi bingkai oval tipis dikembangkan melalui kerja sama dengan figur media dan pengusaha terkenal, Kylie Jenner. Selain pembaruan desain, perangkat ini juga menjadi kacamata AI pertama Meta yang diluncurkan dengan dukungan Meta AI berbasis Muse Spark, model kecerdasan buatan pertama yang dikembangkan oleh divisi Superintelligence Labs milik Meta. Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman interaksi AI yang lebih personal dan responsif langsung melalui perangkat yang dikenakan pengguna.
Dominasi Meta di Pasar Kacamata Pintar Global
Kesuksesan lini kacamata pintar Meta sebelumnya telah menarik perhatian sejumlah perusahaan teknologi besar untuk memasuki segmen serupa. Beberapa perusahaan yang kini mengembangkan perangkat sejenis antara lain Google dan Apple. Keduanya tengah mengeksplorasi peluang pengembangan perangkat wearable berbasis AI sebagai bagian dari strategi masa depan mereka. Menurut data dari International Data Corporation (IDC), pengiriman kacamata pintar secara global mencapai sekitar 9,6 juta unit sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, Meta menguasai sekitar 76,1% pangsa pasar, mempertegas posisinya sebagai pemain dominan di industri perangkat wearable berbasis AI.
Baca Juga: Wabah Ebola Kongo Tembus Rekor, Lebih dari 1.000 Kasus dalam Sebulan Persaingan Industri Kacamata AI Kian Ketat
Pengumuman Meta Glasses hadir hanya sepekan setelah Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, meluncurkan kacamata augmented reality (AR) terbaru dengan harga mencapai US$2.195.
Meski sama-sama mengandalkan teknologi canggih yang dikenakan pengguna, terdapat perbedaan mendasar antara kedua produk tersebut. Kacamata Snap mampu menampilkan konten digital yang ditumpangkan langsung ke pandangan dunia nyata pengguna melalui teknologi augmented reality. Sementara itu, Meta Glasses lebih difokuskan pada tampilan teks serta interaksi berbasis AI, sehingga menawarkan pengalaman asisten digital yang dapat diakses secara praktis melalui perangkat wearable.
Strategi Meta Perluas Adopsi AI
Peluncuran Meta Glasses dengan harga yang lebih terjangkau menunjukkan upaya Meta untuk memperluas pasar perangkat AI kepada konsumen yang lebih luas. Dengan harga yang hanya sekitar sepertiga dari generasi sebelumnya, perusahaan berharap dapat mempercepat adopsi teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini juga memperkuat persaingan di pasar wearable AI yang diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan akan perangkat yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan secara langsung ke dalam aktivitas pengguna.