META membidik proyek Rp 11 triliun



JAKARTA. PT Nusantara Infrastracture Tbk (META) mengincar proyek senilai total Rp10,72 triliun. Rencana tersebut termasuk dalam total 26 proyek yang dibidik (pipeline) METAsaat ini.

Presiden Direktur META, Muhammad Ramdani Basri, mengemukakan, seluruh proyek bergerak di sektor infrastruktur, seperti proyek pembangunan jalan tol, pelabuhan, saluran air, pembangkit listrik, serta jalur kereta api. Namun, manajemen belum mau menjelaskan secara mendetail mengenai 26 proyek yang tengah dibidik.

Ramdani hanya menyatakan, di luar proyek tol dan pelabuhan, ada proyek yang memiliki nilai investasi cukup tinggi. "Nilai satu proyek bisa mencapai Rp 10 triliun, dan satu lagi sekitar US$ 80 juta. Namun kami belum bisa membeberkan jenis proyeknya," ucap dia, Rabu (4/4).


META sejatinya tak sendirian untuk meraih proyek tersebut. Emiten saham ini tetap akan menggandeng mitra strategis. Namun, META mengharapkan bisa menjadi pemegang saham mayoritas di proyek itu.

Manajemen META pernah mengatakan dalam kurun waktu lima tahun, yakni mulai 2011 hingga 2016, akan mengalokasikan dana senilai Rp 38 triliun untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex). Dana itulah yang akan digunakan untuk merealisasikan sederet rencana ekspansinya.

META siap menempuh sejumlah opsi untuk menjaring pendanaan. Opsi itu adalah melalui penerbitan saham baru terbatas (rights issue), pinjaman dari institusi keuangan, serta menggandeng mitra strategis.

Nusantara Infrastructure memang berkomitmen mengembangkan sektor infrastruktur, tidak hanya jalan tol, tapi juga sektor lainnya. Hal itu dimulai dengan mengakuisisi perusahaan operator pelabuhan di Lampung.

Melalui anak usahanya, Portco Infranusantara, META membeli 60.174 saham atau 39% total saham PT Intisentosa Alam Bahtera (ISAB), pengelola pelabuhan di Panjang, Provinsi Lampung. META telah menandatangani perjanjian jual beli saham tersebut pada Selasa (3/4) lalu. “Total size (aset) perusahaan itu mencapai US$ 30 juta. Dengan mengakuisisi 39% saham, berarti nilai akuisisinya sekitar US$ 11,7 juta," papar Omar Danni Hasan, Direktur META.

Mengenai sumber pendanaan, selain dari internal kas, perseroan tengah menjajaki pinjaman dari sejumlah bank lokal. Omar menargetkan bahwa perseroan ini bisa mengantongi pendapatan senilai US$ 7,8 juta, khusus dari sektor pelabuhan ini.

Langkah positif

Analis Batavia Prosperindo Sekuritas, Parningotan Julio, berpendapat, langkah META memperluas lini usaha bisa berdampak positif bagi kinerja META. Dia menilai bisnis jalan tol tak selamanya menguntungkan.

Selain kerap terkendala pembebasan tanah, bisnis tol sangat dipengaruhi volume kendaraan (traffic). Volume kendaraan terbesar masih berada di ruas Jabodetabek, yang dikuasai PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Sedangkan META baru mengelola tiga ruas tol, masing-masing berlokasi di Jakarta, Tangerang dan Makassar.

Harga saham META kemarin meningkat 7,69% menjadi Rp 280 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie