KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk (
META) menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit pada 2026 dengan mengandalkan diversifikasi bisnis non-tol serta peningkatan kualitas layanan. Strategi ini ditempuh setelah kinerja keuangan perseroan tertekan pada 2025. Sepanjang 2025, emiten grup Salim ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 290,15 miliar, turun 1,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 293,67 miliar pada 2024.
Penurunan lebih dalam terjadi pada laba bersih yang anjlok 70,9% yoy menjadi Rp 93,9 miliar, dari sebelumnya Rp 323,15 miliar. Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure, Indah D.P. Pertiwi, menjelaskan pelemahan kinerja tersebut dipengaruhi faktor non-berulang dan kondisi operasional.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Genjot Bisnis Non-Semen, Bidik 89% Potensi Material Konstruksi Salah satunya, pada 2024 terdapat
one-time income dari entitas anak di sektor jalan tol, PT Margautama Nusantara (MUN), yang tidak terulang pada tahun berikutnya. Selain itu, curah hujan tinggi sepanjang 2025 menekan kinerja sektor energi karena berdampak pada produksi pembangkit. Meski demikian, secara operasional kinerja grup dinilai tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kontribusi sektor air serta peningkatan EBITDA sebesar 24,7% yoy. “Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi dan mengelola biaya secara optimal,” ujar Indah, Selasa (28/4/2026). Memasuki 2026, META memperkuat strategi diversifikasi dengan mengoptimalkan lini bisnis non-tol. Perusahaan mendorong bisnis perparkiran melalui pengelolaan Otto Parking, serta memaksimalkan aset media luar ruang (billboard) yang dikelola PT Metro Tekni Media Infranusantara (MTMI). Kedua lini ini diharapkan menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis.
Di sisi lain, bisnis jalan tol tetap menjadi kontributor utama. Perseroan fokus menjaga standar pelayanan minimum (SPM) serta meningkatkan pengalaman pengguna.
Baca Juga: inDrive Pertahankan Posisi, Pengguna di Indonesia Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2026 Upaya ini dilakukan melalui kampanye seperti
#TolnyaMakassar untuk mendorong trafik, serta pengembangan aplikasi Nusantara Infrastructure Toll Apps (NITA) dengan informasi real-time dan penawaran promo yang lebih relevan.
Secara keseluruhan, strategi META tidak hanya berfokus pada peningkatan volume, tetapi juga kualitas layanan dan keterlibatan pengguna sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang. Untuk mendukung ekspansi, META menyiapkan belanja modal sekitar Rp 31 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan dialokasikan antara lain untuk persiapan proyek JORR Elevated (JORR-E) Cikunir–Ulujami, serta pengembangan bisnis di sektor air bersih dan energi terbarukan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News