KONTAN.CO.ID - Rencana efisiensi besar-besaran kembali menghantam industri teknologi global pada tahun ini. Raksasa media sosial Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dimulai pada pertengahan tahun 2026. Kebijakan ini diambil di tengah upaya CEO Mark Zuckerberg untuk merombak struktur internal perusahaan secara radikal dengan mengalihkan fokus utama pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Baca Juga: Paus Leo XIV Kecam Pemimpin Dunia yang Gunakan Agama untuk Perang
Detail Rencana PHK dan Transformasi Organisasi
Pada tahap awal, Meta berencana untuk memangkas sekitar 10% dari total tenaga kerja globalnya. Jika merujuk pada data jumlah karyawan Meta yang tercatat hampir 79.000 orang per 31 Desember tahun lalu, maka sekitar 8.000 orang akan terdampak dalam putaran pertama ini. Namun, angka tersebut kemungkinan besar barulah tahap pembuka dari rencana restrukturisasi yang lebih luas. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tiga sumber internal perusahaan, terdapat beberapa poin krusial terkait rencana PHK Meta tahun 2026:- Gelombang pertama pemangkasan dijadwalkan secara resmi pada 20 Mei 2026.
- Pemotongan tahap awal akan menyasar sekitar 10% tenaga kerja global atau mendekati 8.000 karyawan.
- Gelombang tambahan direncanakan akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026, meskipun detail tanggal dan jumlah pastinya belum difinalisasi.
Fokus Baru dan Penataan Ulang Divisi
Transformasi ini tidak hanya sebatas pengurangan jumlah karyawan, tetapi juga mencakup reorganisasi besar-besaran pada divisi teknis. Meta dilaporkan telah memindahkan banyak insinyur dari berbagai divisi ke organisasi baru yang disebut "Applied AI". Unit ini diberikan mandat khusus untuk mempercepat pengembangan agen AI yang mampu menulis kode pemrograman (coding) dan menjalankan tugas-tugas kompleks secara otonom. Tonton: Breaking News! 49 Negara Eropa Bersatu Hadapi Inflasi Akibat Konflik Selat Hormuz Langkah ini sejalan dengan ambisi Mark Zuckerberg yang mengucurkan dana hingga ratusan miliar dolar untuk memperkuat infrastruktur AI. Meta membayangkan masa depan di mana lapisan manajemen lebih sedikit dan pekerjaan rutin dapat diselesaikan secara efisien oleh pekerja yang dibantu oleh teknologi AI.Kondisi Finansial dan Tren Industri Teknologi
Meskipun melakukan PHK, kinerja keuangan Meta sebenarnya berada pada posisi yang kuat. Perusahaan berhasil meraup pendapatan lebih dari US$ 200 miliar (sekitar Rp 3.428 triliun dengan kurs Rp 17.140) dan mencatatkan laba sebesar US$ 60 miliar (sekitar Rp 1.028,4 triliun) pada tahun lalu. Saham Meta juga tercatat naik 3,68% sejak awal tahun 2026, meski masih di bawah rekor tertinggi yang sempat dicapai pada musim panas lalu. Tren pemangkasan karyawan demi efisiensi AI ini juga tercermin pada perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika Serikat:- Amazon.com tercatat telah memangkas sekitar 30.000 karyawan korporat atau hampir 10% dari pekerja kerah putih mereka dalam beberapa bulan terakhir.
- Perusahaan fintech Block (sebelumnya Square) juga melakukan pengurangan staf hingga hampir separuh dari total karyawannya pada Februari lalu.
- Berdasarkan data dari Layoffs.fyi, sebanyak 73.212 karyawan teknologi di seluruh dunia telah kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2026 berjalan, menyusul angka 153.000 pada tahun 2024.