KONTAN.CO.ID - Meta Platforms memperluas bisnis perangkat pintar dengan meluncurkan kacamata pintar tanpa kamera seharga mulai US$349. Produk ini menjadi upaya Meta merespons kekhawatiran privasi yang semakin besar terhadap perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat merekam lingkungan sekitar. Kacamata bernama Ray-Ban Meta Audio tersebut diperkenalkan dalam ajang tahunan Meta di Menlo Park, California, Rabu (23/9/2026). Produk ini akan mulai dikirimkan kepada konsumen pada 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Harga Minyak Melemah di Pagi Ini (24/9), Iran Siap Lakukan Diplomasi Akhiri Perang Harga awal Ray-Ban Meta Audio sekitar US$100 lebih murah dibandingkan versi terbaru kacamata pintar Ray-Ban Meta yang dilengkapi kamera. Selain meluncurkan perangkat baru, Meta memperluas penggunaan asisten AI Muse di seluruh lini kacamata pintarnya. Muse akan menjadi antarmuka utama untuk kacamata tersebut dan memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas melalui perintah suara, mulai dari berbelanja hingga membuat janji. Meta juga mengintegrasikan Muse dengan sejumlah peritel dan layanan, termasuk Walmart, Best Buy dan Gap.= Meski tidak memiliki kamera, Ray-Ban Meta Audio tetap dapat merekam suara. Produk tersebut juga tidak memiliki indikator yang jelas bagi orang di sekitar ketika proses perekaman audio berlangsung. Kondisi ini membuat persoalan privasi belum sepenuhnya teratasi.
Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil di US$ 4.285 Kamis (24/9), Tunggu Arah Suku Bunga The Fed Jitesh Ubrani, director di perusahaan riset pasar IDC mengatakan, penghilangan kamera memang menjawab sebagian persoalan privasi. Namun, kemampuan merekam audio tanpa persetujuan masih menjadi tantangan. "Meta perlu mencari cara untuk memperingatkan pengguna bahwa mereka sedang direkam, meskipun rekaman tersebut mungkin hanya berupa audio,” kata Ubrani. Isu privasi menjadi semakin penting bagi pasar kacamata pintar karena perangkat tersebut dirancang untuk semakin banyak menangkap informasi dari lingkungan sekitar. Meta sebelumnya menghadapi gugatan terkait privasi, sementara sejumlah lokasi di Inggris juga memberlakukan larangan terhadap perangkat semacam itu. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan pasar perangkat AI yang dipandang perusahaan teknologi sebagai salah satu platform komputasi besar berikutnya dan berpotensi menjadi pelengkap atau bahkan pengganti sejumlah fungsi smartphone. Namun, keputusan Meta menghilangkan kamera juga berpotensi membatasi daya tarik produk. Pengambilan foto dan video merupakan salah satu fitur yang banyak digunakan pada kacamata pintar.
Baca Juga: AS dan China Perpanjang Gencatan Dagang hingga Januari 2027 Linda Sui, pendiri Smart Analytics Global, mengatakan konsumen dapat mempertanyakan alasan menggunakan kacamata pintar jika pengalaman utamanya hanya mengandalkan interaksi suara melalui mikrofon dan speaker. Meta menyatakan desain tanpa kamera tidak semata-mata didorong oleh persoalan privasi. Perusahaan juga melihat adanya permintaan terhadap kacamata pintar yang berfokus pada audio. Penghilangan kamera memungkinkan Meta membuat desain yang lebih tipis dan ringan. Ray-Ban Meta Audio memiliki bobot sekitar setara bola golf serta hadir dalam desain baru, termasuk model browline Clubmaster dan model retro Burbank.
Dari sisi daya tahan, Meta meningkatkan masa pakai baterai hingga 12 jam dalam sekali pengisian. Angka tersebut lebih panjang dibandingkan sembilan jam pada kacamata Ray-Ban Meta generasi ketiga.
Baca Juga: Laporan Keuangan Manchester United: Catat Rekor Pendapatan, tapi Rugi Rp1 Triliun Produk baru ini merupakan hasil kerja sama Meta dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban. Kolaborasi teknologi dan desain fesyen tersebut menjadi bagian dari strategi Meta memperluas pasar perangkat AI yang kini semakin ramai dengan hadirnya berbagai bentuk perangkat baru, seperti liontin, pin, hingga perangkat perekam yang dapat ditempelkan secara magnetis pada ponsel.