META siapkan belanja modal Rp 600 miliar di 2013



JAKARTA. PT Nusantara Infrastructure Tbk mengalokasikan Rp 600 miliar untuk belanja modal 2013. Emiten berkode saham META itu akan menggunakan dana belanja modal tersebut untuk membiayai berbagai proyek yang mereka geluti di beberapa bidang bisnis.

Salah satu alokasi dana yang terbesar (Rp 125 miliar) ditujukan Nusantara Infrastructure untuk memperkuat bisnis jalan tol, terutama bagi sang anak usaha PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB), pemegang konsesi ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan. META akan menyambung ujung ruas Penjaringan dengan tol Sedyatmo.

Sekadar catatan, Nusantara Infrastructure menguasai ruas Kebon Jeruk-Penjaringan melalui anak usahanya PT Marga Utama Nusantara yang memiliki 25% saham JLB.


META juga akan membuka interchange Kebon Jeruk, untuk menghubungkan ruas Kebon Jeruk-Penjaringan dengan jalan tol JORR W2 (Kebon Jeruk-Ulujami) milik PT Jasa Marga Tbk. Koneksi JORR W1 dengan JORR W2, diharapkan bisa mengerek trafik bagi META secara drastis. "Peningkatan volume kendaraan bisa lebih dari 30%," kata Oemar Danni Hasan, Managing Director merangkap Corporate Secretary META, Jumat (24/5).

Kebetulan, pengembang perumahan Pantai Indah Kapuk juga siap membuka akses jalan menuju bandara yang pengelolaannya diserahkan kepada META. "Itu bukan ruas tol. Kami dibayar untuk mengelola akses jalan itu. Pendapatannya dibukukan sebagai pendapatan bersih kami," ungkap dia.

Nusantara Infratructure terus berekspansi jalan tol. Anak usaha Grup Rajawali ini juga mengincar proyek tol Serpong-Balaraja dan Medan-Kualanamu. META telah lolos tahap prakualifikasi. Tender dan pengumuman pemenang proyek tol Serpong-Balaraja, paling cepat Juni. Adapun tender tol Medan-Kualanamu baru September.

Hingga kini META mengoperasikan empat jalan tol: Bintaro-Serpong, Pelabuhan Makassar, Seksi IV Makassar, dan Kebon Jeruk-Penjaringan. Maret lalu tarif jalan tol Seksi IV Makassar naik dan berpotensi mendongkrak pendapatan META. Tarif tol Bintaro-Serpong dan tol Pelabuhan Makassar akan dievaluasi Juli mendatang, sehingga tarif mungkin naik pada Oktober. Adapun tarif tol Kebon Jeruk-Penjaringan akan naik pada Februari 2014.

Di bisnis pelabuhan, lewat anak usaha PT Intisentosa Alambahtera, META menyiapkan dana Rp 120 miliar untuk menambah kapasitas tangki penyimpanan (tank farm) di Pelabuhan Panjang, Lampung, menjadi 78.000 metrik ton per bulan (2016).

Ekspansi di bisnis pelabuhan ini berlangsung seiring pertumbuhan produksi CPO di wilayah Lampung. "Saat ini kapasitas tank farm 48.000 metrik ton per bulan. Hingga 2018, kami ingin memperbesar kapasitas tank farm menjadi 125.000 metrik ton per bulan," papar Danni.

Ekspansi META juga merambah bisnis pembangkit listrik. Perusahaan ini akan memakai belanja modal Rp 235 miliar untuk melanjutkan konstruksi pembangkit listrik tenaga mini hydro melalui PT Inpola Meka Energi dengan kapasitas terpasang 86 megawatt. "Pembangkit mini hydro berpotensi besar, tetapi pemain masih sedikit," ujar Danni. Konstruksi pembangkit ini mungkin rampung pada kuartal pertama 2015.

Nusantara Infrastructure juga mengalokasikan dana sebesar Rp 62 miliar dari belanja modal untuk menyokong bisnis suplai air bersih di kawasan industri Medan melalui PT Dain Celicani Cemerlang. Dengan potensi 1.450 liter per detik, META bakal masuk di 150 liter per detik terlebih dulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro