Metland gencar cari mitra pengembang



JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk berencana akan memperbanyak kerjasama dengan partner dalam mengembangkan proyek properti. Pasalnya, perusahaan ini menilai strategi seperti itu merupakan langkah untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Saat ini, pengembang yang terkenal nama Metland ini tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa pengembang baik lokal maupun perusahaan asing. Sayang, managemen emiten berkode MTLA ini tidak mau menyampaikan jumlah pasti calon mitra yang sedang dijajaki dan proyek apa yang akan dikerjasamakan.

"Ada banyak yang sedang kita jajaki kerjasama. Kita belajar dari grup lain yang sudah banyak melakukan kerjasama. Ini adalah cara agar tumbuh lebih cepat, " kata Wakil Direktur Utama Metland, Anhar Sudradjat dii Jakarta, Kamis (22/12).


Salah satu calon mitra yang sedang dijajaki MTLA saat ini adalah perusahaan pengembang asal Singapura. Rencananya, mereka akan mengembangkan proyek mixed use alias multifungsi di tengah kota Jakarta. Anhar mengatakan, luas lahan yang akan dikembangkan tersebut cukup besar dan saat ini masih dalam proses negosiasi dengan pemilik lahan.

Saat ini, Metropolitan Land sudah berhasil menjalin kerjasama dengan dua perusahaan asal Singapura untuk mengembangkan proyek properti. Pengembang Metland Transyogi ini telah menggandeng Keppel Land untuk melakukan Joint operation (JO) untuk mengembangkan rumah tapak di Tangerang seluas 12 hektare (ha).

Melalui anak usahanya PT Metropolitan Permata Development, Metland telah melakukan penandatangan kerjasama operasi dengan anak usaha Keppel Land yakni PT Sukses Manis Indonesia pada Kamis (22/12) dengan porsi masing-masing dalam kerjasama tersebut 50%.

Keduanya akan membangun 450 unit rumah tapak dengan menyasar segmen menengah atas. Nilai investasi proyek yang berbatasan dengan Metland Puri tersebut mencapai Rp 1 triliun.

Metland berencana meluncurkan proyek perumahan tersebut pada kuartal III 2017 dan diharapkan bisa selesai dibangun dalam 2,5 tahun hingga tiga tahun ke depan. Sayang, mereka belum menetapkan kisaram harga rumah yang akan diluncurkan. "Ini masih dalam proses menggodok target. Kami mau lihar perkembangan pasar duku, " kata Direktur Utama Metland, Thomas J Angfendy.

Thomas bilang, kerjasama dengan Keppel Land akan meningkat nilai produk akan mereka bangun. Metland bisa belajar dengan inovasi dan teknologi yang dimiliki Keppel Land sebagai pengembang yang sudah memiliki banyak proyek di berbagai negara.

Metland yakin prospek proyek yang akam mereka kembangkan tersebut cerah ke depan. Saat ini aksesibilitas kawasan tersebut belum bagus. Namun rencana pemerintah untuk memindahkan salah satu pintu masuk tol Jakarta-Merak dari Karang Tengah ke Cikupa diperkirakan akan membuat proyek mereka akan berkembang.

Sebelumnya, Metland juga telah menjalin kerjasama dengan Asceddas Group untuk menggarap proyek 9.7 ha di Cyber City. Tahap pertama mereka akan mengembangkan tiga menara hunian dan perkantoran. Tahun depan, mereka akan merilis satu tower apartemen di kuartal I 2017.

Selain menjajaki kerjasama dengan pengembang lain, Metland akan terus menambah cadangan lahan mereka. Tahun depan, perusahaan ini mengalokasikan belanja modal Rp 160 miliar untuk akuisisi lahan baik di sekitar proyek eksisting mereka maupun di lokasi baru. Sementara jumlah landbanknya saat ini mencapai 670 ha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia