Metland (MTLA) Menggenjot Penjualan Kluster dan Perkuat Recurring Income



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (Metland) mencetak kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang semester pertama 2022. Pengembang properti dengan kode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia ini optimistis bisa melanjutkan pertumbuhan kinerja pada semester kedua.

Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo membeberkan bahwa di tengah tantangan makroekonomi saat ini, MTLA akan mengoptimalkan pencapaian target dengan melakukan beberapa strategi baik dari segi penjualan (pre sales) maupun pendapatan berulang (recurring income).

"Kami optimis semester kedua akan lebih baik, karena biasanya pada momentum tersebut akan ada peningkatan penjualan dan pengakuan dari pre sales periode sebelumnya," kata Olivia kepada Kontan.co.id, Jum'at (2/9).


Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Mengantisipasi Lonjakan Inflasi

Asal tahu saja, sepanjang paruh pertama 2022, MTLA membukukan pendapatan sebesar Rp 488,80 miliar. Melesat 34,85% dari periode yang sama tahun lalu dengan nilai Rp 362,47 miliar. 

Top line MTLA tumbuh di hampir semua segmen bisnisnya, baik dari pendapatan sewa ruangan, penjualan real estate, pendapatan hotel, hingga pendapatan usaha lainnya. Dari sisi bottom line, MTLA meraih laba bersih sebesar Rp 110,64 miliar. Meningkat 30,90% dibandingkan laba bersih periode enam bulan 2021 dengan nilai Rp 84,52 miliar.

Olivia membeberkan sejumlah faktor yang mendorong kinerja MTLA pada Semester I-2022, seperti berlanjutnya insentif PPN DTP. Kemudian, MTLA juga menyiapkan produk-produk yang dapat diserap oleh target market sesuai dengan kemampuan bayar.

Selain itu, ada pengakuan penjualan pada proyek Wisteria tahap pertama. "Kami juga mendapatkan sambutan hangat untuk produk-produk baru yang sedang dipasarkan seperti The Northbend di Metland Cyver Puri, Maison de Wisteria di Wisteria dan lainnya," imbuh Olivia.

Baca Juga: Simak Jurus Jitu Emiten Properti Hadapi Kenaikan Suku Bunga Acuan

Sedangkan untuk capaian pendapatan pra-penjualan alias marketing sales, pada tahun ini MTLA mematok target di angka Rp 1,8 triliun, terdiri dari pre sales dan recurring income.

Hingga Juli 2022, realisasinya sebesar Rp 792 miliar atau 44% dari target marketing sales sampai tutup tahun. MTLA memacu kinerja penjualannya melalui pemasaran produk perumahan yang dapat diserap pasar baik dari sisi ukuran maupun harga.

Olivia menjelaskan, saat ini MTLA  tengah memasarkan beberapa produk di bawah Rp 1 miliar-an. Seperti pada Cluster Lisse di Metland Cibitung dengan kisaran harga Rp 600 juta-an, Cluster The Colony dan ruko di Metland Cileungsi dengan kisaran Rp 700 juta-an.

Selanjutnya ada Cluster Samara di Metland Transyogi Cibubur dengan kisaran harga Rp 800 juta-an dan tipe The Emerald di Metland Tambun dengan kisaran harga Rp 700 juta-an.

Sedangkan untuk produk dengan kisaran harga di atas Rp 1 miliar-an, ada Cluster Oxalis di Metland Puri dengan harga Rp 1,9 miliar-an, Cluster Jura di Metland Menteng kisaran Rp 1,6 miliar-an dan The Northbend di Metland Cyber Puri kisaran harga Rp 2 miliar-an.

Baca Juga: MTLA Optimistis Bisnis Sewa dan Beli Gedung Perkantoran Akan Tumbuh Bertahap

Recurring income

Sembari menggenjot penjualan, MTLA juga memperkuat segmen recurring income. Olivia menegaskan, pengembangan recurring income menjadi langkah yang penting sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio yang saling menopang. 

Olivia menggambarkan, pada krisis moneter tahun 1998 lalu, mall dan hotel Metland menjadi penopang kelangsungan kinerja perusahaan di saat penjualan residensial hampir tidak ada. Sebaliknya pada saat awal pandemi tahun 2020 lalu, hotel dan mall sempat diharuskan tutup oleh pemerintah. Alhasil, kinerja bisnis MTLA pun bisa bertahan ditunjang oleh penjualan residensial.

"Saat ini hotel sudah kembali normal seperti sebelum pandemi sedangkan mall juga mendekati normal. Jadi sangat penting buat kami untuk memiliki balanced diversified portfolio," terang Olivia.

Kontribusi dari recurring income pun terus meningkat. Per Juli 2021, porsi pre sales dan recurring income adalah 79%:21%. Sedangkan tahun ini diestimasikan menjadi 70%:30%.

Baca Juga: Sektor Perkantoran Masih Tertekan, Pengembang Menahan Ekspansi

Dalam strategi memperkuat recurring income ini, MTLA telah membuka wahana rekreasi air baru yaitu Waterplay di Grand Metropolitan dan Waterland Cibitung dikawasan Metland Cibitung. 

Di segmen perhotelan, MTLA memberikan berbagai program untuk menggaet pasar MICE dari korporasi maupun pemerintahan. "Untuk market leisure yang sudah mulai naik lagi saat ini, kami siapkan beberapa paket untuk stay dan experience destinasi wisata di sekitar hotel-hotel kami," imbuh Olivia.

Selanjutnya untuk segmen mall, MTLA terus menambah tenat-tenant baru seperti H&M, Uniqlo, KOBA Korean BBQ, Skin+, Rockstar Gym.

Guna memuluskan strategi dan pencapaian target tahun ini, MTLA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 650 miliar. Total capex yang direalisasikan hingga Juli 2022 sekitar Rp 240 miliar. 

Fokus capex dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur proyek yang sedang berjalan. "Penggunaan capex sebagian besar untuk pembangunan infrastruktur proyek berjalan, akuisisi lahan dan pembelian asset," pungkas Olivia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati