Metland rogoh Rp 25 miliar bangun stasiun Cibitung



JAKARTA. Demi mempermudah akses menuju lokasi proyek miliknya, pengembang tidak segan-segan merogoh kocek sendiri untuk membangun infrastruktur. Contohnya, PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Emiten bersandi MTLA itu berniat mendirikan stasiun di dekat perumahan Metland Cibitung di Bekasi.

Asal tahu saja, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang punya rencana membangun jalur kereta api listrik (KRL) yang melewati Cibitung sampai ke Cikarang. Nah, Metland hanya turut andil membangun stasiunnya saja.

Untuk itu, Metland siap menggelontorkan investasi senilai Rp 20 miliar-Rp 25 miliar. "Seluruh sumber pendanaannya berasal dari kas internal. Sulit mencari pinjaman bank karena nantinya tidak ada sistem bagi hasil dalam pengelolaan stasiun," terang Nanda Widya, Presiden Direktur Metland di Jakarta, Senin (16/2).


Nanda mengklaim perusahaannya sudah mengantongi izin untukĀ  membangun stasiun. Makanya, dia optimistis pembangunan bisa dimulai akhir tahun ini, sehingga stasiun sudah bisa dilalui KRL pada 2017.

Sebagai informasi, Metland menguasai izin pengembangan Metland Cibitung hingga seluas 400 hektare (ha). Namun hingga saat ini perusahaan baru rampung membebaskan 50 ha.

Metland Cibitung merupakan perumahan kelas menengah dengan harga mulai dari Rp 300 jutaan per unit. Sayang, Nanda enggan memberi tahu ekspektasi kenaikan harga lahan setelah stasiun beroperasi. "Yang pasti, nilainya akan meningkat," ujarnya.

Bukan pertama kali ini Metland membangun infrastruktur menuju lokasi proyeknya. Sebelumnya, Metland lebih dulu mendirikan interchange yang menghubungkan jalan tol Jakarta-Tangerang dengan township Metland Cyber City di Puri Jakarta Barat.

Namun hingga saat ini pembangunannya belum kunjung rampung, sehingga penjualan tertunda.Metland pun masih merahasiakan identitas investor yang terlibat dalam Metland Cyber City.

Nanda hanya memberi tahu, salah satu investor yang sudah meneken MoU dengan Metland berasal dari Singapura. Namun Metland masih membuka pintu kerjasama dengan investor lain.

Nanda menjelaskan lebih lanjut, dana untuk membangun infrastruktur sudah termasuk dalam belanja modal Metland sebesar Rp 600 miliar tahun ini. Belanja modal paling banyak akan mengalir untuk Metland Cyber City dan Metland Cileungsi. Di Cileungsi, Metland berencana melengkapi perumahan dengan apartemen dan mal.

Berbekal belanja modal itu, Metland percaya diri bisa meraih marketing sales Rp 1,29 triliun tahun ini, tumbuh di atas pencapaian tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun. Sedangkan target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih berkisar antara 10-1%. Namun Nanda belum bisa memberi tahu torehan kinerja Metland tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ruisa Khoiriyah