Metrodata Electronics menggeber pembangunan gudang baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) bakal mengoperasikan gudang logistik barupada November 2018. Gudang yang terletak di kawasan industri MM2100 Industrial Estate, Cibitung, Jawa Barat, itu ditujukan menunjang aktivitas distribusi pada reseller.

Melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia, Metrodata telah membeli lahan seluas 2 hektare dari PT Bekasi Matra Industrial Estate pada 2016 lalu. Pada saat itu, Metrodata merogoh kocek sebesar Rp 61 miliar untuk mengakuisisi lahan tersebut.

Nah, sejak tahun lalu, Metrodata mulai membangun gudang di atas lahan tersebut. Gudang seluas 20.000 meter persegi (m2) itu menelan biaya pembangunan sebesar Rp 113,9 miliar. Saat ini, konstruksi gudang empat lantai itu sudah lebih dari 90%.


Berdasarkan catatan KONTAN, Metrodata Electronics mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 190 miliar sepanjang tahun ini. Sekitar Rp 100 miliar di antaranya untuk membangun gudang Cibitung.

Pembangunan gudang baru ini ditujukan untuk menghindari ketergantungan atas sarana logistik  yang disewa dari pihak lain. Selama ini, Metrodata menyewa gudang dari pihak ketiga, yakni gudang yang dikelola oleh PT Bhandara Ghara Reksa.  

Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, mengatakan, kehadiran gudang baru bisa berdampak besar terhadap peningkatan skala bisnis. Selama ini, kapasitas gudang yang terbatas menjadi penghalang pertumbuhan binis. Dengan memiliki gudang baru, Metrodata bakal lebuh mudah memenuhi stok barang.

Setelah mengoperasikan gudang baru di Cibitung, Metrodata masih akan menambah gudang baru lagi. Rencananya, Metrodata akan membeli lahan di Surabaya. Di atas lahan tersebut, Metrodata akan membangun gudang baru.

Rencana pembangunan gudang di Surabaya bukan tanpa alasan. Saat ini, volume penjualan di Indonesia bagian timur sudah semakin besar. Sementara, Metrodata menyewa gudang dari pihak ketiga. Dengan memiliki gudang sendiri, Metrodata berharap, keuntungan perusahaan dalam jangka menengah akan lebih baik.

Selain menambah gudang baru, Metrodata Electronics menyiapkan bisnis rintisan atau start-up. Susanto mengatakan, sejauh ini bisnis digital tengah berkembang. Untuk itu Metrodata berencana mencuil sebagian laba untuk investasi pengembangan bisnis start-up. Perusahaan tersebut akan memulai pengembangan sebuah aplikasi pada kuartal IV-2018. Sementara target realisasinya pada semester I tahun 2019

Sembari mengawal aneka ekspansi, Metrodata mengejar target pendapatan senilai Rp 12,7 triliun. Perusahaan berkode saham MTDL di Bursa Efek Indonesia tersebut juga mengincar pertumbuhan laba sebesar 10% year on year (yoy).

Sebagai perbandingan, tahun lalu Metrodata Electronics mencetak pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 7,66% yoy menjadi Rp 10,82 triliun. Sementara laba bersih naik 12,12% menjadi sekitar Rp 247,41 miliar.

Manajemen Metrodata masih yakin, target yang sudah ditetapkan tersebut bisa digapai meskipun kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sedang melemah. Dibandingkan dengan periode tiga tahun hingga empat tahun yang lalu, risiko kurs Metrodata saat ini sudah lebih kecil. Sebab, Susanto mengungkapkan, Metrodata membeli barang menggunakan rupiah. Sehingga, pelemahan rupiah tidak akan berpengaruh terhadap perusahaan.

Per semester I-2018, Metrodata membukuka pendapatan Rp 5,42 triliun, tumbuh 28,44% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara laba bersihnya naik 17,92% menjadi Rp 115,28 miliar.