Metropolitan Land (MTLA) Siap Sambut Peluang PPN DTP 100% Sepanjang 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis dalam menyambut peluang dari insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% sepanjang 2026.

Asal tahu saja, Pemerintah memperpanjang kebijakan insentif PPN DTP 100% sepanjang 2026 untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun (apartemen), dengan batas atas nilai properti hingga Rp 5 miliar.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90 Tahun 2025 tentang PPN Atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026.


Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan, dengan informasi kebijakan dan PMK yang sudah terbit untuk insentif sepanjang tahun 2026, MTLA memproyeksikan tingkat penyerapan PPN DTP akan lebih baik dari tahun 2025.

Baca Juga: Target Naik, Bulog Dapat Penugasan Serap 4 Juta Ton Beras pada 2026

“Ini jika diiringi dengan daya beli yang juga membaik di tahun ini. Insentif PPN DTP ini diharapkan dapat menjaga minat beli masyarakat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).

Hingga November 2025, pendapatan prapenjualan alias marketing sales MTLA sebesar Rp 1,6 triliun. Ini terdiri dari segmen presales dan segmen recurring revenue. 

Olivia bilang, raihan tersebut masih stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari unit usaha residensial, khususnya Metland Transyogi, Metland Cibitung dan Metland Cikarang. 

“Sementara itu sisanya berasal dari recurring revenue yang mencakup pendapatan mal, hotel dan usaha berulang lainnya,” ungkapnya.

Sayangnya, target marketing sales 2026 MTLA diakui masih dalam tahap finalisasi dan pembahasan internal. 

Penetapan target marketing sales MTLA tahun ini, kata Olivia, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, daya beli masyarakat serta strategi pengembangan proyek. 

“MTLA tetap menargetkan pertumbuhan di tahun 2026,” paparnya.

 
MTLA Chart by TradingView

Per September 2025, MTLA mencatatkan kenaikan marketing sales 4% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 1,34 triliun. Namun, pendapatan MTLA per kuartal III 2025 mengalami pelemahan menjadi Rp 1,13 triliun dari Rp 1,30 triliun pada tahun lalu, dengan laba bersih turun ke Rp 232,45 miliar. 

Selanjutnya: Target Naik, Bulog Dapat Penugasan Serap 4 Juta Ton Beras pada 2026

Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News