MGLV Berencana Gelar Rights Issue, Terbitkan 285,73 Juta Saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menyiapkan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebagai bagian dari transformasi usaha menuju bisnis pusat data alias data center.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (29/7), MGLV berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru. Aksi korporasi akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 3 September 2026.

Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk melunasi pengambilalihan PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAI Center (NGC), mempercepat pembayaran utang kepada PT Nextier Datamate Center (NDC), serta mendukung modal kerja, belanja modal, dan pengembangan bisnis data center.


Sejalan dengan aksi korporasi tersebut, MGLV juga mengajukan persetujuan pemegang saham atas serangkaian transaksi material dan afiliasi sebagai bagian dari penataan struktur usaha menuju bisnis infrastruktur digital.

Baca Juga: Perusahaan Data Center Nextier Pengendali Baru MGLV Beli 78,74% di Harga Rp 92

Rencana transaksi itu meliputi divestasi 13 anak usaha senilai Rp 121,47 miliar, pengalihan aset dan kewajiban sekitar Rp 1,91 miliar, akuisisi NAC dan NGC beserta pengalihan piutang senilai Rp 670,61 miliar, serta fasilitas pinjaman pemegang saham hingga Rp 4 triliun.

Manajemen MGLV mengatakan rangkaian transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi usaha setelah perubahan fokus bisnis menjadi penyedia layanan data center dan juga ditujukan untuk menyederhanakan struktur grup sekaligus memperkuat kesiapan operasional perusahaan.

"Rencana transaksi merupakan bagian dari strategi transformasi usaha Perseroan sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha menjadi penyedia layanan pusat data (data center)," ujar manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026). 

Selain memperkuat struktur usaha, manajemen MGLV menyebut akuisisi NAC dan NGC akan mempercepat pengembangan bisnis melalui pemanfaatan aset, sumber daya, serta potensi sinergi dari entitas yang diakuisisi.

Rights issue diproyeksikan meningkatkan aset dan ekuitas MGLV sehingga memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD berpotensi mengalami dilusi maksimal 13,04%.

Baca Juga: Perusahaan Data Center Masuk BEI Lewat Akuisisi Panca Anugrah (MGLV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: