KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Harapan Utama (MHU) terus memperkuat penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam menjalankan bisnis, termasuk melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satunya dilakukan melalui program Kampung Kambing di Dusun Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program yang dimulai sejak 2018 ini mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan berbasis masyarakat. Hingga akhir 2024, Kelompok Ternak Lestari telah menjual 326 ekor kambing dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per ekor. Program tersebut juga dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor pertanian melalui pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik.
Pupuk kandang digunakan pada lahan hortikultura seluas 0,5 hektare yang ditanami bawang daun, cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran. Penggunaan pupuk kandang tersebut mampu mengurangi kebutuhan pupuk urea hingga 75%. MHU kemudian memperkuat keberlanjutan program dengan membangun Rumah Kompos Berbasis Kotoran Kambing. Fasilitas ini digunakan untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik sekaligus memperkuat integrasi antara peternakan dan pertanian.
Baca Juga: Inisiatif Ekonomi Sirkular di Desa Wisata Klangon Manfaat program juga dirasakan warga di luar kelompok. Masyarakat sekitar dapat mengambil pupuk kandang secara gratis dari kandang kelompok. Setiap tahun, sedikitnya 50 karung pupuk kandang dimanfaatkan untuk kebun dan lahan pertanian warga. Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan potensi secara mandiri dan berkelanjutan. “Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat mengembangkan potensinya secara mandiri dan berkelanjutan. Kampung Kambing menunjukkan bahwa peternakan dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus mendukung sektor pertanian,” ujar Kemal. Keberhasilan program turut didukung kepemimpinan lokal. Ketua Kelompok Ternak Lestari, Nyoman, berperan mengoordinasikan anggota, mengembangkan peternakan, serta mendorong pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik. Ke depan, MHU akan mengarahkan pengembangan Kampung Kambing pada penguatan kelembagaan dan regenerasi kepemimpinan lokal agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Baca Juga: ESG Makin Jadi Perhatian, Tata Kelola Perusahaan Indonesia Masuk Babak Baru Program tersebut merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Atas program tersebut, MHU meraih penghargaan dalam CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Awards 2026 yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi MHU dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, menciptakan sumber pendapatan tambahan, meningkatkan efisiensi pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News