MHU Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Lewat BUMDes Payang Sejahtera



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Harapan Utama (MHU) memperkuat program pendampingan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada bantuan usaha dan permodalan, tetapi juga pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan peluang ekonomi produktif.

Salah satu langkah anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI) ini melakukan pendampingan adalah lewat program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera  di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Program tersebut diusung untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan potensi usaha desa dan telah didukung oleh kajian Sustainable Livelihood Approach (SLA) untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pengembangan ekonomi masyarakat Desa Sungai Payang.


MHU memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan BUMDes Payang Sejahtera sejak 2017. Kini, BUMDes tersebut mengelola 14 unit usaha, meliputi jasa boga, transportasi, perkebunan, penyediaan air bersih, perikanan, konstruksi, dan layanan pendukung operasional perusahaan.

Baca Juga: MHU Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Peternakan

Pendampingan yang dilakukan MHU mendorong pertumbuhan omset BUMDes, dari Rp 4,67 miliar pada 2019 menjadi Rp 27,67 miliar pada 2023. Sepanjang 2019–2025, BUMDes Payang Sejahtera mencatat omset kumulatif Rp 115,11 miliar. BUMDes juga berkontribusi Rp 1,68 miliar terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) dan Rp 589 juta untuk CSR desa.

Program ini melibatkan 195 tenaga kerja, bermitra dengan tujuh UMKM lokal, serta menghimpun modal masyarakat sebesar Rp 650 juta.

Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan, program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk dalam menghadapi masa pascatambang. Ia bilang, pemberdayaan masyarakat tidak diukur dari seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri.

“Melalui BUMDes Payang Sejahtera, kami ingin mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi di desanya sendiri. Ini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan ekonomi masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan, termasuk menghadapi masa pascatambang,” ujar Kemal dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: MHU Buka Peluang Kolaborasi Teknologi Tambang

Untuk menjaga keberlanjutan usaha, MHU memberikan pelatihan, sertifikasi, bimbingan teknis, dan studi tiru. Dampak program berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI) Universitas Kutai Kartanegara mencapai 4,27, yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan nilai manfaat sosial Rp 4,27 berdasarkan metodologi kajian tersebut.

Kontribusi MHU terhadap pembangunan Desa Sungai Payang juga mencakup peningkatan akses kebutuhan dasar melalui fasilitas pengolahan air bersih WTP Kuntap yang melayani 60 kepala keluarga (KK) dan WTP E-West yang melayani 582 KK. Sejalan dengan berbagai upaya pembangunan desa, status Desa Sungai Payang meningkat dari sangat tertinggal pada 2017 menjadi maju sejak 2020 hingga 2025.

Berkat upayanya memperkuat BUMDes Payang Sejahtera sebagai penggerak ekonomi masyarakat Desa Sungai Payang, MHU meraih penghargaan Best Stewardship in Growing an Economy from Within dalam kategori Economy & Livelihoods pada Mata Lokal Award 2026.

Penghargaan Mata Lokal Award 2026 menjadi pengakuan atas komitmen MHU dalam menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, kata Kemal, MHU akan terus mendorong penguatan BUMDes Payang Sejahtera agar mampu mengembangkan peluang usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta membangun kemandirian yang dapat terus berlanjut melampaui masa operasional pertambangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News