KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI), menunjukkan upaya penurunan emisi karbon berjalan seiring dengan operasional pertambangan yang efisien dan terukur. Sepanjang 2024, MHU mencatatkan penurunan emisi yang signifikan. Perusahaan tambang ini berhasil menekan total emisi Scope 1 dan Scope 2 menjadi 275.065,53 ton CO₂e, atau turun 41,34% secara tahunan. Penurunan tersebut setara dengan menghilangkan jejak karbon lebih dari 130.000 kendaraan penumpang. Capaian ini sekaligus melampaui target jangka menengah perusahaan. Berdasarkan baseline 2021, MHU sebelumnya menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar 8% pada 2030. Namun, hingga 2024, target tersebut telah terlampaui dengan realisasi penurunan mencapai 40,89%, enam tahun lebih cepat dari jadwal.
Direktur Utama MHU, Kemal Djamil Siregar, menyebut capaian ini merupakan hasil implementasi strategi dekarbonisasi yang terintegrasi di seluruh lini operasional. "Ada tiga inisiatif utama yang menjadi pendorong penurunan emisi tersebut," kata Kemal dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026). Pertama, program HYDRUM yang mengonversi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida. Program ini berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, lebih efisien 46% dari sebelumnya, melampaui target awal 30%. Dalam lima bulan pertama implementasi, HYDRUM mampu menghemat 1,22 juta liter bahan bakar dengan efisiensi biaya mencapai Rp19,9 miliar.
Baca Juga: MHU Uji Truk Listrik untuk Tekan Emisi Operasi Tambang Kedua, efisiensi energi operasional melalui berbagai optimalisasi, termasuk penerapan sistem pemantauan idle time berbasis data (ITIMER). Langkah ini berhasil memangkas emisi hingga 82.334 ton CO₂e langsung dari aktivitas produksi. Ketiga, kegiatan reklamasi lahan pascatambang yang berkontribusi besar dalam penyerapan karbon. Sepanjang 2024, reklamasi mampu menyerap hingga 273.419 ton CO₂e, melampaui total pengurangan emisi operasional. Secara keseluruhan, kombinasi ketiga inisiatif tersebut menghasilkan total kontribusi penurunan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO₂e pada 2024. Ke depan, kata Kemal MHU juga mulai memperkuat transisi energi melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. “Dengan kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, kendaraan ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40% dibandingkan unit diesel konvensional,” tambahnya.
Baca Juga: MMS Group Dukung Sektor Pendidikan Lewat Program Bigger Dream Selain kinerja penurunan emisi, MHU juga memperkuat aspek transparansi pelaporan. Perusahaan telah mengadopsi standar internasional ISO 14064-1 dan mengacu pada pedoman IPCC dalam penghitungan emisi. Pelaporan emisi juga dilakukan secara rutin melalui program PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kemal memastikan seluruh data emisi dimonitor melalui sistem berbasis data yang dapat diverifikasi secara independen. Praktik ini dinilai masih terbatas di industri pertambangan nasional.
Atas capaian tersebut, MHU meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026. Direktur Utama MHU, Kemal Djamil Siregar, mengatakan capaian ini mencerminkan konsistensi transformasi berbasis data. MHU tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memastikan prosesnya terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ke depan, MHU akan mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem monitoring berbasis data. Keberlanjutan dinilai sebagai strategi bisnis jangka panjang.” pungkas Kemal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News