Mi instan baru menyerbu pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri mi instan dalam negeri bertambah semarak. Ada tiga pemain raksasa di bisnis ini. Yang paling besar tentu saja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Lalu ada  Wings Food dan Mayora. Pemain baru di industri ini terus  bermunculan. Segmen yang dibidik oleh produsen mi pun semakin beragam.

Terbaru adalah PT Fit Indonesia Tama (FIT) yang memperkenalkan brand Fit Mee. Menyasar konsumen kalangan menengah ke atas (middle up), pada tahap awal Fit Indonesia Tama akan lebih menggeber penjualan melalui jalur e-commerce

Christopher Tanuwidjaja, salah satu Co-Founder Fit Indonesia Tama mengakui, pangsa pasar mi instan di Indonesia terus berkembang. "Seiring  peningkatan produk fast moving consumer goods (FMCG) juga, apalagi ditunjang jumlah populasi masyarakat Indonesia," katanya, Rabu (9/5).


Menilik data World Instant Noodles Association (WINA), Indonesia berada di posisi ke dua dengan konsumsi mi instan terbesar di dunia setelah China dan Hong Kong. Tahun 2017, tercatat konsumsi mi instan di dalam negeri sebanyak 12,62 miliar bungkus, turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya (lihat tabel).

Dengan besarnya pangsa pasar mi instan tersebut tidak heran bila Fit Indonesia Tama cukup berambisi dapat mencuil porsi penjualan produknya. "Bayangkan dengan market sebesar itu, jika kami dapat kuasai 10% saja dari market share sudah luar biasa," ungkap Christopher.

Untuk memproduksi mi instan tersebut, Fit Indonesia Tama mengandalkan jasa maklon (contract manufacturing) dari PT Quindofood yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Sedangkan bahan baku produksi diperoleh dari Rodamas Group.

Saat ini, produksi Fit Mee baru mencapai sekitar 500.000 boks. Kapasitas produksi ini masih dapat ditingkatkan sesuai permintaan pasar. Adapun harga mi instan ini adalah Rp 15.000 per bungkus. 

Inovasi produk

Di tengah persaingan yang ketat, inovasi produk menjadi kunci bagi produsen mi instan untuk memikat hati konsumen. Sebagai pendatang baru, Christopher tidak khawatir karena produknya berbeda dengan merek lain. 

Christopher bilang, bila rata-rata mi instan yang beredar di pasaran mengandung antara 350-500 kalori per porsi, Fit Mee hanya 60 sampai 150 kalori saja. "Produk sejenis seperti yang kami punya ini sebelumnya tidak ada," kata Christopher.

Sebelumnya, Sribugo Suratmo, Kepala Divisi Komunikasi PT Mayora Indah Tbk, mengatakan, inovasi merupakan kunci bagi produsen mi instan mempertahankan pangsa pasar. "Kalau ingin bertahan produsen harus inovasi rasa, selain promosi," ujar Sribugo.

Selama ini, Mayora dikenal sebagai produsen makanan ringan dan biskuit. Tetapi, di awal tahun 2016 emiten berkode saham MYOR di Bursa Efek Indonesia ini memulai memproduksi mi instan dengan merek Bakmie Mewah.

Di Indonesia, tercatat ada lebih dari 20 perusahaan yang memproduksi mi instan dengan berbagai skala bisnis. Namun, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menguasai hampir 72% dari total pangsa pasar mi instan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati