MI meragukan minat investasi DIRE



JAKARTA. Produk Dana Investasi Real Estate (DIRE) masih meragukan bisa meraih minat investor. Akibatnya, dua manajer investasi (MI), PT Danareksa Investment Management dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menunda penerbitan produk berbasis properti.

"Kalau market-nya tidak bisa menerima dengan cepat agak sulit juga," kata Direktur Danareksa Zulfa Hendri. KArena itu, Zulfa mengaku belum ada rencana menerbitkan produk DIRE waktu dekat.

Sementara itu, Abiprayadi Riyanto, Presiden Direktur MMI mengaku ada rencana menerbitkan di tahun depan. Abiprayadi bilang saat ini mereka sedang mempelajari kondisi pasar.


Karena itu, kedua MI ini memilih membuat reksadana terbuka. MMI misalnya akan mengeluarkan tiga reksadana saham dan reksadana syariah. Ini untuk mencapai target dana kelolaan Rp 22 - Rp 23 triliun sampai akhir tahun. Per Mei dana kelolaan MMI Rp 20,29 triliun.

Danareksa juga akan mengeluarkan lima reksadana. Terdiri dari satu reksadana saham, satu reksadana pendapatan tetap dan tiga reksadana proteksi yang sedang dalam proses di Bapepam LK. Zulfa menargetkan produk tersebut bisa dipasarkan akhir bulan ini.

Danareksa pada reksadana saham dan pendapatan tetap menargetkan bisa mengantongi dana kelolaan masing-masing Rp 200 miliar - Rp 400 miliar.

Danareksa mengaku tidak terlalu agresif mengejar dana kelolaan. "Target dana kelolaan reksadana fix income memang tidak muluk. Reksadana proteksi kami rencanakan ada tiga produk," papar Zulfa. Sampai akhir tahun, Danareksa menargetkan mengantongi dana kelolaan Rp 15 triliun. Data Bapepam menyebut per Juni dana kelolaan Danareksa Rp 12,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana