MI ubah strategi reksadana pasar uang



JAKARTA. Manajer investasi mengubah strategi reksadana pasar uang seiring tren suku bunga rendah. Salah satunya, PT Henan Putihrai Asset Management yang memperbesar porsi obligasi jangka pendek sebagai aset dasar reksadana HPAM Ultima Money Market kelolaannya.

Senior Vice President Head Business Development PT Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan pihaknya lebih agresif dan selektif memilih obligasi menyusul turunnya suku bunga deposito.

"Dengan demikian, kami bisa menghasilkan return HPAM Ultima Money Market menjadi optimal," ujar Reza, Jakarta, Rabu (14/9).


Menilik fund factsheet Agustus 2016, produk ini menempatkan dana pada kas sekitar 6%. Kemudian sisanya pada pasar uang sebesar 94%.

Berdasarkan alokasi aset, mayoritas ditempatkan pada obligasi dengan tenor kurang dari satu tahun sekitar 70,34%. Lalu, deposito sekitar 23,47% dan kas sekitar 6,19%.

Dengan strategi tersebut, HPAM Ultima Money Market mampu membagikan return 7,74% dalam satu tahun terakhir per 13 September 2016. Kinerja tersebut lebih unggul ketimbang rata-rata return reksadana pasar uang yang sebesar 5,47% pada periode yang sama.

Reza memperkirakan reksadana ini bisa membagikan return 7%-8% akhir tahun ini.

Managing Director Head Sales dan Marketing PT Henan Putihrai Asset Management Markam Halim menambahkan strategi tersebut diterapkan lantaran obligasi diuntungkan oleh penurunan suku bunga. Pasalnya, harga obligasi akan mengalami kenaikan sehingga mengerek return reksadana.

Kendati demikian, pihaknya juga menyeimbangkan porsi deposito untuk menjaga cashflow."Sehingga apabila sewaktu-waktu investor ingin mencairkan dananya, kami siap," ujar Markam.

Markam mengatakan produk ini memiliki prospek menarik karena mencetak return lebih tinggi dibandingkan deposito. Dia menghitung, investor hanya akan mendapatkan bunga bersih di deposito sekitar 6,2%. "Apabila suku bunga deposito 7,75%, setelah dipotong pajak 20% maka bunga nett yang diterima investor di deposito hanya sekitar 6,2%," tutur dia.

Investor bisa menyiapkan dana minimal Rp 10 juta untuk masuk ke reksadana ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto