KONTAN.CO.ID - Miliarder sekaligus pendiri Bloomberg L.P., Michael Bloomberg, memberikan catatan penting bagi para pencari kerja muda, khususnya dari generasi Z, yang tengah memulai karier mereka di dunia profesional. Menurutnya, banyak anak muda saat ini terjebak pada prioritas yang kurang tepat dalam memilih tempat kerja. Dalam sebuah sesi wawancara bersama Nicolai Tangen, CEO Norges Bank Investment Management, Bloomberg menyatakan bahwa fokus berlebihan pada nominal gaji dan jabatan di awal karier merupakan sebuah kekeliruan. Ia menilai, masa muda seharusnya menjadi momentum untuk mengumpulkan pengalaman dan membangun jejaring, bukan sekadar mengejar remunerasi tertinggi.
Prioritas Pengalaman dan Relasi
Bloomberg menekankan bahwa para pencari kerja yang baru lulus atau berada di rentang usia pertengahan 20-an perlu melihat melampaui angka-angka di atas kertas kontrak. Baginya, aspek pengembangan diri dan lingkungan sosial di kantor jauh lebih berharga untuk keberlanjutan karier jangka panjang. Berdasarkan laporan Business Insider, Bloomberg mengkritik kecenderungan anak muda yang terlalu mengkhawatirkan struktur organisasi dan status formal. Menurutnya, pertanyaan mengenai jabatan atau sebutan apa yang akan mereka dapatkan sering kali menutupi esensi dari nilai pekerjaan itu sendiri. Dalam perjalanan kariernya sendiri di sektor perbankan, Bloomberg memberikan contoh nyata. Ia memilih bekerja di sebuah firma dengan gaji awal US$ 9.000 atau setara Rp 151,86 juta (kurs Rp 16.874) dibandingkan tawaran dari perusahaan lain yang mencapai US$ 14.000 atau sekitar Rp 236,23 juta. Alasannya sederhana, ia merasa lebih cocok dengan orang-orang dan budaya di perusahaan dengan gaji lebih rendah tersebut. Keputusan ini menunjukkan bahwa kenyamanan lingkungan kerja dan potensi kolaborasi antar-rekan sejawat menjadi kunci dalam produktivitasnya.Etos Kerja dan Keseimbangan Hidup
Meskipun saat ini telah menginjak usia 83 tahun, Bloomberg tetap mempertahankan rutinitas kerja yang disiplin. Ia memulai harinya sejak pukul 05.15 dan tiba di kantor sekitar pukul 07.00 setiap harinya, kecuali pada hari Jumat. Meski dikenal dengan etos kerja yang kuat, ia tidak menampik pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance). Berikut adalah beberapa poin yang ditekankan Bloomberg mengenai manajemen karier bagi profesional muda:- Pentingnya Keseimbangan: Bekerja keras harus diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari kelelahan mental atau burnout.
- Membangun Jaringan: Fokus pada pengembangan pertemanan dan relasi profesional yang solid di lingkungan kerja.
- Mobilitas Vertikal: Memilih perusahaan yang memberikan ruang bagi karyawan untuk naik jabatan secara organik berdasarkan performa.
- Fleksibilitas: Menyadari bahwa kepuasan kerja tidak hanya datang dari uang, tetapi juga dari kebebasan mengatur waktu.