KONTAN.CO.ID - Wakil Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk bidang pengawasan Michelle Bowman menilai, bank sentral Amerika Serikat (AS) masih memiliki waktu untuk mengevaluasi perkembangan pasar keuangan dan perekonomian sebelum memutuskan langkah suku bunga berikutnya. Bowman mengatakan, The Fed tidak perlu terburu-buru mengambil kebijakan tambahan setelah menaikkan suku bunga acuan pada September lalu. Bank sentral perlu mencermati perkembangan ekonomi untuk menilai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan.
Baca Juga: Inflasi AS Naik ke 3,7%, Peluang The Fed Naikkan Bunga Oktober Menguat "Saya tidak merasa ada urgensi untuk mengambil tindakan lebih lanjut saat ini. Kita benar-benar perlu meluangkan waktu dan memahami bagaimana situasi akan berkembang," kata Bowman dalam rangkaian pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Rabu (14/10/2026). Pada September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Pernyataan Bowman muncul di tengah perbedaan pandangan di kalangan pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Sehari sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins mengatakan The Fed perlu kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun untuk menekan inflasi yang masih tinggi. Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi The Fed dalam menentukan kebijakan di tengah tekanan inflasi dan perkembangan ekonomi yang masih perlu dicermati.
Baca Juga: Kelebihan Pasokan Menekan Industri, Raksasa Panel Surya China Pangkas Jumlah Pekerja Di luar pembahasan mengenai risiko keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap perbankan, Bowman juga menyoroti kebutuhan pendanaan untuk pembangunan pusat data (data center). Menurut dia, The Fed turut memperhatikan sumber modal yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut, baik dari perbankan maupun sumber pendanaan lainnya. "Kita perlu memastikan tersedianya modal untuk mendukung perekonomian masa depan, termasuk melalui pendekatan pengawasan dan regulasi yang kita terapkan dalam sistem perbankan," ujarnya.
Bowman juga menyerukan reorganisasi menyeluruh untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas di internal The Fed. Pernyataan itu disampaikan setelah peninjauan atas kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) pada 2023 yang ia minta dilakukan. Kegagalan SVB menjadi sorotan terhadap efektivitas pengawasan perbankan AS. Bowman menilai pembenahan organisasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengawasan serta memperjelas pertanggungjawaban dalam sistem pengaturan perbankan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Pemimpin Dunia Sampaikan Doa