Micron Siap Umumkan Investasi Pabrik Chip Memori di Singapura



KONTAN.CO.ID - Produsen chip memori asal Amerika Serikat (AS) Micron Technology bersiap mengumumkan investasi baru untuk menambah kapasitas manufaktur chip memori di Singapura.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas produksi di tengah kelangkaan chip memori global yang semakin akut, menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Sumber menyebutkan pengumuman investasi itu bisa dilakukan paling cepat pada Selasa (27/1/2026).


Baca Juga: Sanksi AS Mulai Berdampak: Harga Minyak Urals Rusia Merosot, Siapa Paling Rugi?

Salah satu sumber mengatakan investasi tersebut akan difokuskan pada produksi memori flash NAND.

Ketiga sumber enggan disebutkan namanya karena tidak memiliki kewenangan untuk membahas rencana tersebut secara terbuka.

Hingga berita ini ditulis, Micron belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Investasi ini dilakukan saat berbagai industri, mulai dari elektronik konsumen hingga penyedia layanan kecerdasan buatan (AI), menghadapi kekurangan serius pada seluruh jenis chip memori.

Kelangkaan tersebut dipicu oleh percepatan pembangunan infrastruktur AI secara global.

Baca Juga: Liburan Imlek China Berubah Arah: Jepang Dilarang, Seoul Dipilih!

Micron saat ini memiliki fasilitas manufaktur besar di Singapura, yang memproduksi sekitar 98% chip memori flash perusahaan.

Selain itu, Micron juga tengah membangun pabrik advanced packaging senilai US$7 miliar untuk memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory/HBM) yang digunakan pada chip AI. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.

Micron bersama para pesaing utamanya, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan, telah mengumumkan penambahan jalur produksi baru serta mempercepat jadwal dimulainya produksi.

Meski demikian, para analis memperkirakan kekurangan pasokan chip memori masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2027.

Pekan lalu, Micron juga menyatakan tengah menjajaki pembelian fasilitas fabrikasi dari Powerchip di Taiwan senilai US$1,8 miliar secara tunai. Akuisisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi wafer DRAM perusahaan.

Baca Juga: Penguatan Yen Akibat Risiko Intervensi Menahan Pergerakan Dolar

Sementara itu, SK Hynix mengatakan kepada Reuters bulan ini bahwa mereka berencana mempercepat pembukaan pabrik baru hingga tiga bulan lebih awal dan mulai mengoperasikan fasilitas produksi lainnya pada Februari mendatang.

Selanjutnya: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya

Menarik Dibaca: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya