Midi Utama Indonesia (MIDI) Kejar Pertumbuhan Moderat di Tengah Pelemahan Rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menargetkan kinerja tetap tumbuh moderat pada 2026 di tengah berbagai tekanan yang dihadapi sektor ritel. 

Finance Director Midi Utama Indonesia, Suantopo Po mengatakan penguatan dolar AS yang sudah berada di kisaran Rp18.000 akan berdampak pada sejumlah produk dengan komponen impor.

Beberapa produk seperti susu hingga bahan pangan tertentu disebut berpotensi mengalami kenaikan harga. Namun perusahaan menegaskan bahwa penyesuaian harga akan tetap mengikuti kebijakan principal.


“Tapi pada prinsipnya apabila principal menaikkan harga, maka otomatis Alfamidi akan menaikkan harga juga. Kita adalah retailer, jadi tidak mungkin tidak ada kenaikan harga. Tapi kenaikan harga kembali tergantung pada principal,” ungkap Suantopo, dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026). 

Baca Juga: Midi Utama Indonesia (MIDI) Targetkan Buka 200 Gerai Baru Sepanjang Tahun 2026

Meski demikian, perusahaan  menilai industri ritel tetap bersifat defensif dan masih memiliki ketahanan di tengah tekanan ekonomi. 

Optimisme tersebut juga tercermin dari kinerja kuartal I-2026, di mana MIDI membukukan pendapatan neto Rp5,88 triliun, naik 6,43% dari Rp5,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan juga meningkat 39,5% menjadi Rp265,5 miliar dari Rp190,3 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi jaringan, jumlah gerai bertambah menjadi 2.627 gerai per akhir Maret 2026, naik 40 gerai dibanding akhir 2025.

Baca Juga: Ditopang Ekspansi Minimarket, Kinerja Keuangan Midi Utama (MIDI) Bertumbuh pada 2025

Untuk itu, manajemen tetap optimistis perusahaan dapat merealisasikan kinerja sepanjang 2026 dengan pertumbuhan pendapatan maupun laba dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Prinsipnya kita berusaha tumbuh moderat dibandingkan tahun 2025, baik dari sisi pendapatan maupun profit,” jelasnya. 

Terkait potensi kerja sama dengan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, manajemen menyatakan setiap model bisnis memiliki segmentasi yang berbeda.

MIDI menegaskan perusahaan akan tetap berkomitmen untuk mengikuti setiap kebijakan pemerintah. “Perseroan pada prinsipnya menghargai dan mendukung program dan kebijakan pemerintah, serta akan mengikuti regulasi yang berlaku terkait operasional perseroan,” pungkasnya. 

Baca Juga: Laba Naik 45%, Midi Utama Indonesia (MIDI) Bagikan Dividen Rp 396,2 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News