MIKA dan HEAL dinilai bisa pertahankan kinerja, analis merekomendasikan beli



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia masih akan berdampak positif bagi PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). 

Kendati jumlah kasus positif di kuartal II 2021 sedikit lebih rendah dibanding kuartal I 2021, kedua emiten rumah sakit itu dinilai dapat mempertahankan kinerja keuangan yang solid di kuartal II 2021.

"Kami mempertahankan rekomendasi overweight kami di sektor ini. Saat ini, kami memiliki rekomendasi beli untuk saham MIKA dan HEAL," ujar Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael dalam risetnya, Rabu (7/7). 


Adapun target harga MIKA berada di Rp 3.450 per saham, sementara target harga HEAL di Rp 6.000 per saham. 

Baca Juga: Kepincut Saham Emiten Rumah Sakit Seperti BMHS, HEAL atau PRIM? Simak Dulu Valuasinya

Ia meyakini, tren peningkatan kasus Covid-19 akan terus berlanjut dan mencapai puncaknya pada bulan Juli- Agustus 2021. Oleh karenanya, kasus Covid-19 di kuartal III 2021 kemungkinan akan sama dengan kuartal II 2021. 

Kasus Covid-19 diprediksi baru akan mereda di kuartal IV 2021. Upaya berkelanjutan dari pemerintah melalui pemberlakuan PPKM Mikro yang lebih ketat dan perkembangan vaksinasi diperkirakan akan  membantu mengurangi penyebaran virus nantinya. 

Mengutip catatan Mirae Asset Sekuritas, per 30 Juni sebanyak 28,1 juta orang telah menerima suntikan vaksinasi pertama, sementara itu sebanyak 13,2 juta orang telah menerima suntikan vaksinasi kedua. Untuk vaksinasi Gotong Royong, ada 83.000 orang yang telah menerima vaksinasi pertama dan 26.000 yang menerima vaksinasi kedua.

Adapun dari jumlah tersebut, pemerintah Jakarta telah memberikan 4,3 juta suntikan vaksinasi pertama dan 1,9 juta suntikan vaksinasi kedua. Jakarta sebagai daerah merah yang memiliki pasien Covid-19 paling banyak sejauh ini, telah melalukan tes PCR hingga 447.000 pada bulan Juni. 

Jumlah ini meningkat dari 250.000 pada bulan Mei. Adapun rata-rata mingguan tes PCR di Jakarta juga melonjak menjadi 111.000 di bulan Juni dari 62.000 di bulan sebelumnya. 

Asal tahu saja, kasus positif di Jakarta pada bulan Juni mencapai 120.000. Jumlah ini naik drastis dari 21.000 pada bulan Mei 2021. Akibatnya, tingkat hunian tempat tidur rawat inap Covid-19 Jakarta naik signifikan ke 85% hingga 90% per 30 Juni. Padahal pada bulan Mei, tingkat hunian tempat tidur rawat inap Covid-19 tercatat 55%. 

"Seiring dengan perkiraan kasus positif serta pasien dalam perawatan yang lebih tinggi, kami percaya tren peningkatan tingkat hunian akan terus berlanjut dan mencapai puncaknya pada Juli-Agustus," ujarnya.  

Melihat kondisi sejauh ini, Mirae Asset Sekuritas memutuskan melakukan revisi ekspektasi kasus Covid-19 di Jakarta menjadi 550.000 dari sebelumnya 400.000.

Selanjutnya: Ada PPKM Darurat, Emiten Belum Ubah Target Kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi