Miliarder Afrika Aliko Dangote IPO Kilang Minyak, Target Dana US$2,1 Miliar



KONTAN.CO.ID - Miliarder Nigeria Aliko Dangote meluncurkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan pengelola kilang minyaknya pada Senin (14/9/2026).

Aksi korporasi ini menjadi penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan di Afrika.

Melalui IPO tersebut, Dangote menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar US$2,1 miliar untuk mendukung ekspansi kilang minyaknya. Sekitar 3% saham perusahaan akan ditawarkan kepada masyarakat.


Baca Juga: Microsoft Susun Kode Etik AI, Larang Teknologi Menolak Shutdown

Melansir Reuters, Dangote yang merupakan orang terkaya di Afrika menyebut aksi tersebut sebagai “people's IPO” karena membuka kesempatan bagi masyarakat Nigeria untuk memiliki saham perusahaan.

Tujuan penawaran saham tersebut, menurut Dangote, adalah memperluas partisipasi masyarakat dalam penciptaan kekayaan.

Namun, harga yang dibayarkan investor ritel dalam IPO ini lebih tinggi dibandingkan investor institusi yang telah masuk melalui private placement pada Juli 2026.

Dalam private placement tersebut, investor institusi menggelontorkan US$2,5 miliar untuk memperoleh sekitar 6% saham perusahaan. Transaksi itu memberikan valuasi perusahaan sekitar US$40 miliar.

Sementara itu, berdasarkan prospektus IPO, valuasi perusahaan kini mendekati US$49 miliar.

CEO kilang Dangote David Bird mengatakan, perbedaan harga tersebut dipengaruhi sejumlah persyaratan dalam private placement, termasuk periode penguncian saham atau lock-up period yang disepakati investor institusi.

Baca Juga: Dilema Kevin Warsh: Antara Inflasi Tinggi dan Mimpi Bunga Rendah Presiden AS

Jika seluruh saham terserap, IPO di bursa saham utama Nigeria akan menghimpun sekitar 2,15 triliun naira atau US$1,6 miliar.

Nilai tersebut berpotensi meningkat menjadi sekitar US$2,1 miliar apabila terjadi kelebihan permintaan dan perusahaan menggunakan opsi greenshoe untuk menerbitkan saham tambahan.

Salah satu daya tarik IPO tersebut adalah nilai investasi minimum yang relatif rendah. Investor dapat membeli sedikitnya 10 saham melalui platform investasi digital dan fintech, dengan nilai investasi awal sekitar US$4.

Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah IPO perusahaan besar di Nigeria.

Sebagai perbandingan, penawaran saham kepada investor ritel oleh perusahaan telekomunikasi MTN Nigeria pada 2021 menetapkan investasi minimum sekitar US$8 berdasarkan kurs saat itu.

Tingginya minat investor ritel bahkan berdampak pada sejumlah platform investasi.

Baca Juga: Kredit Bank China Agustus Anjlok, Permintaan Pinjaman Masih Lemah

Aplikasi investasi Nigeria Bamboo mengatakan trafik pengguna melonjak jauh di atas biasanya setelah IPO kilang Dangote dibuka, hingga menyebabkan sebagian pengguna kesulitan masuk ke aplikasi.

Salah satu investor ritel, Chris Chijioke, mengatakan kepada Reuters dirinya berencana membeli 2.000 saham meskipun memiliki kekhawatiran mengenai harga penawaran. Ia menilai rekam jejak bisnis Dangote menjadi salah satu pertimbangan untuk berinvestasi.

Dangote juga mengatakan dirinya berencana mencatatkan seluruh perusahaan dalam konglomerasi bisnisnya di bursa. Grup tersebut memiliki bisnis di sejumlah sektor, termasuk semen, gula dan garam.

Untuk bisnis kilang minyak, Dangote menyebut perusahaan berpotensi melakukan pencatatan saham sekunder di Amerika Serikat dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Baca Juga: The Fed Hadapi Tekanan Naikkan Bunga Saat Inflasi AS Kembali Memanas

Mengubah Pasar BBM Nigeria

Kilang Dangote dibangun dengan investasi sekitar US$20 miliar di kawasan pinggiran Lagos. Kilang tersebut mulai beroperasi pada 2024 dan telah mengubah struktur pasar bahan bakar Nigeria.

Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 700.000 barel minyak mentah per hari. Kapasitas itu ditargetkan meningkat dua kali lipat menjadi 1,4 juta barel per hari pada 2029.

Analis Renaissance Capital Africa menilai, keberadaan kilang tersebut telah mengubah posisi Nigeria dari negara pengimpor menjadi eksportir produk minyak olahan.

Baca Juga: Bank Global Ramai-ramai Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga Pekan Ini

Sementara itu, Charles Robertson, Head of Macro Strategy FIM Partners, menilai IPO tersebut menjadi salah satu aksi korporasi penting bagi Nigeria sekaligus mencerminkan meningkatnya peran investor domestik di pasar modal negara tersebut.

Menurutnya, pasar saham Nigeria telah mengalami pertumbuhan pesat sejak 2024 yang didorong meningkatnya minat investor ritel. IPO kilang Dangote dinilai semakin memperkuat antusiasme investor domestik.