KONTAN.CO.ID - Dinamika pasar properti komersial di Singapura kembali memanas di awal tahun 2026. Properti ikonik Cuppage Terrace yang terletak di kawasan belanja utama Orchard Road, resmi ditawarkan ke pasar oleh pemiliknya, pasangan miliarder ayah dan anak, Raj Kumar dan Kishin RK, melalui perusahaan mereka, Royal Holdings. Dilansir dari
VnExpress, aset properti tersebut dibanderol dengan harga permintaan sebesar S$ 250 juta atau setara dengan US$ 195 juta. Dengan kurs terbaru Rp 16.837 per dolar AS, maka nilai transaksi ini diestimasikan mencapai sekitar Rp 3,28 triliun. Cuppage Terrace merupakan klaster yang terdiri dari 17 unit ruko konservasi dengan total luas bangunan mencapai kurang lebih 50.891 kaki persegi atau sekitar 4.728 meter persegi.
Baca Juga: Kekayaan Trump Melonjak Drastis Berkat Kripto, Tembus Rp 114 Triliun Properti ini dikenal sebagai pusat kuliner dan gaya hidup yang sangat strategis karena memiliki fasad sepanjang 85 meter di sepanjang Cuppage Road, serta berdekatan dengan stasiun MRT Orchard Road dan Somerset.
Detail Aset dan Peluang Investasi
Properti ini memiliki karakteristik unik yang jarang ditemui di jantung pusat kota Singapura. Lantai dasar bangunan saat ini sudah terisi penuh oleh berbagai tenant makanan dan minuman (F&B), lengkap dengan area penyegaran luar ruangan (outdoor refreshment spaces) seluas lebih dari 12.000 kaki persegi. Status lahan properti ini adalah sewa 99 tahun (leasehold), dengan sisa masa sewa diperkirakan masih sekitar 62 tahun. Mengutip dari
VnExpress, lahan tersebut sepenuhnya diperuntukkan untuk penggunaan komersial. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk mengelola aset tersebut tanpa kendala pajak properti residensial yang lebih ketat. Berikut adalah beberapa detail penting mengenai penjualan Cuppage Terrace:
- Total Luas Bangunan: Sekitar 50.891 kaki persegi (4.728 meter persegi).
- Jumlah Unit: 17 ruko konservasi yang saling terhubung.
- Masa Sewa: Tersisa sekitar 62 tahun dari total kontrak 99 tahun.
- Fasilitas Utama: Area F&B lantai dasar yang okupansinya mencapai 100%.
- Metode Penjualan: Melalui skema Expression of Interest (EOI).
- Batas Waktu Penawaran: Proses pencarian minat akan berakhir pada 12 Februari 2026.
Clemence Lee, Direktur Eksekutif Modal Pasar (Singapura) di konsultan real estat CBRE selaku pihak yang memasarkan aset ini, menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade Cuppage Terrace akhirnya dilepas ke pasar. Menurutnya, aset ini menjadi salah satu penawaran ruko konservasi terbesar yang pernah ada di negara kota tersebut.
Insentif bagi Investor Internasional
Salah satu daya tarik utama dari penjualan aset komersial murni ini adalah aksesibilitasnya bagi para pemodal luar negeri. Pihak CBRE menyebutkan bahwa pembeli asing sepenuhnya memenuhi syarat untuk mengakuisisi properti ini tanpa dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Tambahan (Additional Buyer’s Stamp Duty atau ABSD) maupun Bea Meterai Penjual (Seller’s Stamp Duty). Langkah Royal Holdings melepas aset ini terjadi di tengah transformasi besar-besaran di kawasan Orchard Road. Saat ini, beberapa properti lama di kawasan tersebut sedang menjalani proses renovasi dan pembangunan kembali sebagai bagian dari upaya pemerintah Singapura menyegarkan wajah pusat belanja paling bergengsi tersebut. Selain itu, terdapat potensi sinergi pembangunan kembali di kawasan sekitarnya. Frasers Property, pengembang yang dikendalikan oleh orang terkaya ketiga di Thailand, Charoen Sirivadhanabhakdi, sebelumnya juga telah menawarkan blok belakang mal The Centrepoint yang letaknya berdampingan dengan Cuppage Terrace. Para pengamat pasar melihat adanya peluang bagi investor untuk melakukan konsolidasi dan pembangunan kembali secara terpadu jika Royal Holdings terbuka untuk berkolaborasi, mengingat kedua lokasi tersebut sama-sama memiliki status sewa 99 tahun yang bisa diperpanjang atau dioptimalkan.
Tonton: Amran Ancam Cabut Izin Usaha Biang Kerok Daging Sapi Mahal Profil Miliarder di Balik Royal Holdings
Royal Holdings merupakan salah satu raksasa di sektor properti Singapura. Portofolio mereka mencakup aset-aset premium seperti Holiday Inn Express di Clarke Quay yang memiliki 442 kamar, Holiday Inn Little India, dan InterContinental Singapore Robertson Quay. Perusahaan ini dikelola oleh Raj Kumar, 71 tahun, dan putranya, Kishin RK, 42 tahun. Keduanya memiliki estimasi kekayaan bersih masing-masing sebesar US$ 1,6 miliar. Kishin sendiri sempat menyandang gelar sebagai miliarder termuda di Singapura dalam daftar global Forbes pada April tahun lalu. Meskipun dalam daftar kekayaan real-time posisi miliarder termuda telah bergeser ke tangan Victoria Goh (30 tahun), pengaruh Kishin RK dan ayahnya dalam lanskap real estat komersial Singapura tetap sangat signifikan.
Penjualan Cuppage Terrace ini diperkirakan akan menarik minat besar dari dana investasi swasta, kantor keluarga (family offices), hingga perusahaan real estat skala regional yang mencari aset stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News