Militer Rusia Mulai Masuk ke Pusat Kota Sievierodonetsk, Pasukan Ukraina Siap Mundur



KONTAN.CO.ID - LVIV. Pasukan Rusia perlahan-lahan maju menuju pusat Kota Sievierodonetsk, Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengungkapkan pada Selasa (31/5), memberikan pembaruan dari kantong perlawanan Ukraina  di wilayah Donbas.

Gaidai mengatakan kepada televisi pemerintah Ukraina, ada sekitar 15.000 warga sipil yang tersisa di Sievierodonetsk, karena sebagian besar dari 120.000 orang di kota itu telah melarikan diri dari pemboman brutal oleh artileri Rusia.

Mengutip Reuters, bersiap untuk yang terburuk, dia menyatakan, pasukan Ukraina yang membela Sievierodonetsk bisa mundur melintasi Sungai Siverskyi Donets ke Kota Lysychansk untuk menghindari pengepungan militer Rusia.


Ketika serangan Rusia berlanjut di wilayah Donbas, timur Ukraina, Uni Eropa pada Senin (30/5) setuju untuk melarang sebagian besar impor minyak Rusia, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menghancurkan mesin keuangan untuk perang.

Baca Juga: Biden: Kami Tidak Mengirim Sistem Roket ke Ukraina yang Bisa Mencapai Rusia

Dalam sanksi terberat blok itu terhadap Moskow sejak invasi ke Ukraina tiga bulan lalu, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan, larangan yang disepakati akan segera mencakup lebih dari dua pertiga impor minyak dari Rusia.

Termasuk, memotong "sumber pembiayaan yang sangat besar untuk mesin perangnya," kata Michel, seperti dikutip Reuters.

Para pemimpin Uni Eropa menyatakan, setuju untuk memotong 90% impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini, dengan pengecualian Hungaria,  negara yang terkurung daratan yang sangat bergantung pada minyak dari negeri beruang merah.

Pengumuman Uni Eropa tersebut datang ketika pasukan Rusia terus mendorong ke tujuan utama di Donbas, di mana Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, situasinya tetap "sangat sulit".

Editor: S.S. Kurniawan