Millennium Pharmacon International (SDPC) Terus Melanjutkan Ekspansi Cabang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) terus melakukan ekspansi jaringan. Terbaru, emiten distributor farmasi ini membuka cabang baru di di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ini merupakan cabang ke-35 perumahan ini. 

Cabang Purwakarta ini merupakan cabang baru kedua yang dibuka tahun ini. Sebelumnya, SDPC telah membuka cabang di Lombok.  Ekspansi kedua cabang ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang menambah hingga 45 cabang di seluruh Indonesia. Dua cabang baru lagi akan dibuka dalam waktu dekat.

Presiden Direktur Millennium Pharmacon International Ahmad Bin Abu Bakar menjelaskan cabang Purwakarta ini dibentuk demi memperkuat penetrasi pasar di Jawa Barat. Posisinya terbilang strategis karena berada di antara dua jalan tol utama yang menghubungkan Bandung-Jakarta dan Jakarta-Cirebon.


Ia bilang, keberadaan cabang baru ini bakal menambah luas lingkup area distribusi obat dan alat kesehatan di Jawa Barat. Adapun, cabang terdekat yakni berada di Bandung dan di Bekasi.

"Cabang baru ini akan meningkatkan penjualan apalagi kalau area seperti lingkup Purwakarta.  ketika ada cabang Bekasi dan Bandung belum maksimal, banyak yang belum terjangkau. Di Purwakarta saja ada ratusan desa, setiap desa ada bidan, pasti butuh obat, kita belum terjangkau sampai ke bidan-bidan, baru sekitar perkotaan," jelas Ahmad dalam keterangan resminya, Kamis (29/2).

Baca Juga: Bio Farma Buka Cabang Imunicare ke-259 di RSU Pindad Turen

Ahmad optimistis penambahan cabang baru ini dapat meningkatkan kinerja penjualan emiten berkode SDPC ini. Lebih jauh, saat membuka cabang baru, SDPC melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif mengenai potensi wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan pembukaan satu cabang tanpa menghitung inventori menelan anggaran belanja modal (capex) sekitar Rp 3 miliar. Sementara itu, inventori menyesuaikan dengan potensi yang ada, ketika penjualan potensinya mencapai Rp 5 miliar, inventori yang disiapkan hingga Rp 10 miliar. Artinya, pembukaan cabang baru menelan capex berkisar Rp10--15 miliar.

Tahun ini, SDPC juga sedang mempersiapkan pembukaan cabang di Pematang Siantar - Sumatera Utara dan di Palu-Sulawesi Tengah. Sementara tahun depan, perusahaan akan fokus ke Indonesia Timur. Kota-kota yang disasar antara lain Kendari, Gorontalo, Ambon, saya sebutkan Palangkaraya, Kupang, dan Jayapura.

SPDP tahun ini telah menyiapkan capex sebesar Rp 30 miliar. Selain untuk pengembangan cabang, dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan kendaraan, termasuk pengembangan cabang baru di Pematangsiantar dan Palu.

Selain itu, SDPC terus melakukan penambahan prinsipal dengan target 2 prinsipal baru setiap tahunnya.  Ahmad menyebut sudah ada penambahan satu prinsipal baru pada Januari 2024 dan masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah prinsipal baru. Saat ini total prinsipal perusahaan sudah 30.

Baca Juga: Lebih Kecil dari Tahun Lalu, Sido Muncul (SIDO) Siapkan Capex Rp 102 Miliar di 2024

Komisaris Millennium Pharmacon International Zulkifli bin Jafar mendorong adanya percepatan pembukaan cabang baru demi mengejar target 45 cabang beroperasi. Dia merupakan komisaris perwakilan dari Pharmaniaga International Corporation Sdn.Bhd. yang berbasis di Malaysia sebagai induk usaha yang memegang 73,43% saham SDPC.

Sebagai induk, Pharmaniaga tambahnya, melihat SDPC sebagai mesin pertumbuhan utama seiring kontribusinya yang mencapai 40% dari total pendapatan perusahaan. “Targetnya, lini bisnis di Indonesia ini dapat meningkatkan kontribusi hingga 50% dalam jangka menengah.” ujarnya.

Dalam sembilan bulan pertama 2023, SDPC meraup laba bersih Rp 26,73 miliar, tumbuh 12,11% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh  penjualan sebesar Rp 2,43 triliun atau  tumbuh 1,92% secara tahunan. Pertumbuhan terutama didorong penjualan alat kesehatan yang naik 19,68% menjadi Rp 608 miliar.  Kontribusi alat kesehatan terhadap penjualan pun menjadi 21%.

Sementara itu, penjualan obat resep stabil dengan penjualan sebesar Rp1,69 triliun per kuartal III/2023 dan tetap menjadi kontributor sebesar 71%. Adapun, penjualan obat non resep tercatat sebesar Rp 140,47 miliar dan berkontribusi 8% terhadap penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk